LINGGA, suarakepri.com – Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, yang di rencanakan hadir di bawah tanggal 18 oktober 2018 ini, sepertinya akan kembali gagal, Selasa (30/10/18).
Pasal hingga kini pemerintah Kabupaten Lingga belum mendapatkan konfirmasi oleh Sekretariat Negara mengenai kedatangan Presiden RI.
“Untuk sampai saat ini kami masih menunggu konfirmasi dari Sekretariat Negara,” kata Ajudan Bupati Lingga Fadli, pada 24 Oktober 2018 lalu.
Masih menggantungnya kedatangan orang nomor satu di Republik Indonesia ini, lanjut dia, di sebabkan
Beberapa hal seperti musibah Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda kota/Kabupaten, Palu, Donggala dan sekitarnya yang berdampak pada perubahan jadwal Presiden RI Jokowi.
“Benar, namun kita sama sama tau pada saat itu palu dalam kondisi berduka, yang dimana jadwal yang sudah di atur pada hari itu di undur waktu semua,”lanjut dia.
Namun menurut dia, tidak semua jadwal yang telah di tetapkan, bisa di undur, ada beberapa jadwal yang tetap harus dilaksanakan, seperti acara International Monetary Fund (IMF) Bank Dunia, itu tidak dapat di undur, karena tamu seluruh dunia hadir dan akhirnya mengakibatkan, penjadwalan kembali rencana kedatangan Presiden RI ke Kabupaten Lingga.
“Tidak semua jadwal yang telah di tetapkan yang bisa di undur, beberapa jadwal seperti acara IMF Bank Dunia, tidak dapat di undur, sebab tamu dari beberapa dunia hadir. Maka dari ini jadwal rencana kedatangan Presiden RI Jokowi akan di atur ulang,” Ujarnya.
Sementara itu, Fadli memastikan jika rencana kedatangan Presiden RI Jokowi ke Lingga akan di atur ulang, sebab dari bulan Oktober sampai November 2018, jadwal kunjungan orang nomor satu itu padat.
“Jadwal Presiden RI Pada abg di bulan Oktober sampai November 2018 ini,”ucapnya saat berpapasan di ATM.
Apakah nantinya pemerintah Kabupaten Lingga akan tetap menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) investasi kelapa yang disejalankan dengan perayaan hari kelapa sedunia (world coconut day) dan mengundang 248 kepala daerah yang tergabung dalam KOPEK (Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa) ke Kabupaten Lingga.
PENULIS – RIAN







Comment