Advertorial
Lingga SuaraKepri.com – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lingga dengan agenda permintaan persetujuan/kesepakatan bersama KUPA APBD dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023, rapat itu dilaksanakan diruang rapat Sekretariat DPRD Kabupaten Lingga, Selasa (05/09/23) sore.
Dalam rapat tersebut di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nashiruddin, Ketua I Ajis Martindaz, Bupati Lingga M. Nizar S. Sos serta seluruh anggota fraksi dari masing-masing partai, Kepala Dinas dan Bandan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.
Kemudian agenda dilanjutkan dengan laporan badan anggaran tentang hasil pembahasan harmonisasi/finalisasi KUPA dan PPAS, kebijakan umum perubahan dan prioritas plafon anggaran, sementara perubahan APBD Kabupaten Lingga tahun anggaran 2023.
Ditunjuk sebagai penyampai laporan tim banggar, Ketua Komisi II Raja Muchsin SE menjelaskan, percepatan agro, mina dan wisata yang di dukung pertumbuhan industri kecil menengah dan usaha kecil menengah untuk akselesari perekonomian daerah dalam percepatan penerapan prinsip-prinsipnya merupakan good governance.
“Penyelenggaran pemerintah dan pencapaian kondusifitas wilayah dalam estimasi APBD-P Tahun Anggaran 2023 adalah sebesar 1 Triliun, 10 Milyar, 421 Juta, 263 Ribu, 508 Rupiah (Rp. 1.010.421.263.508,00), untuk sekedar informasi, Alhamdulillah baru tahun ini APBD kita tembus 1 triliun tepuk tangan dulu,” kata Raja Muchsin dihadapan audiens.
Perkiraan Perubahan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 sebesar 1 Triliun, 10 Milyar, 421 Juta, 263 Ribu, 508 Rupiah (Rp. 1.010.421.263.508,00) dengan rincian pendapatan asli daerah 66 Milyar, 564 Juta, 55 Ribu, 729 Rupiah pendapatan transfer (Rp. 66.564.055.729,-) 805 Milyar, 913 Juta, 934 Ribu, 387 Rupiah (Rp. 805.913.934.387,-) lainnya.
Pendapatan yang sah 1 Milyar, 600 Juta Rupiah (Rp. 1.600.000.000,-), SILPA
136 Milyar, 343 Juta, 273 Ribu, 392 Rupiah (Rp. 136.343.273.392,-) hal itu terjadi surplus anggaran sebesar 63 Milyar, 954 Juta, 18 Ribu, 945 Rupiah (Rp. 63.954.018.945,-) dari APBD Tahun Anggaran 2023.
“Total Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 Hasil harmonisasi/Finalisasi Banggar bersama TAPD dijadikan acuan dalam Pengantar Nota Keuangan bupati dan Ranperda Perubahan ABPD Tahun Anggaran 2023 yang akan disampaikan pada rapat Paripurna berikutnya,” kata Raja Muchsin saat membacakan laporan tersebut.
Sebelum penyampaian laporan hasil harmonisasi/finalisasi badan anggaran DPRD Kabupaten Lingga yang menyangkut kebijakan umum perubahan dan PPAS perubahan APBD Kabupaten Lingga Tahun anggaran 2023, Raja Muchsin menjelaskan proses pembahasannya.
Yakni setelah disampaikannya KUPA dan PPAS perubahan APBD Kabupaten Lingga tahun anggaran 2023 oleh Bupati Lingga melalui rapat paripurna pada hari Selasa tanggal 15 Agustus 2023, tahapan dilanjutkan dengan rapat penjajakan/pembahasan rancangan kebijakan umum perubahan dan PPAS perubahan APBD Kabupaten Lingga tahun anggaran 2023 oleh tim badan anggaran DPRD Kabupaten Lingga.
Serta TAPD Kabupaten Lingga, yang dimulai hari Jum’at tanggal 18 Agustus 2023 sampai dengan dilakukan harmonisasi/finalisasi yang lakukan pada hari Selasa tanggal 05 September 2023 kemarin dan dapat diselesaikan dengan baik walaupun dengan berbagai dinamika pembahasan.
“Berikut ini kami sampaikan rangkuman hasil Pembahasan Badan Anggaran dan TAPD menyangkut Kebijakan Umum Perubahan dan PPAS Perubahan APBD Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2023, sesuai degan visi pembangunan Daerah Kabupaten Lingga Tahun 2021-2026, dengan tema Terwujudnya Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu, Maju, Sejahtera, Agamis dan Berbudaya, dijadikan sebagai dasar Penyusunan Kebijakan Umum APBD Perubahan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2023,” jelasnya.
Kemudian peningkatan kesejahteraan masyarakat yang didukung oleh kemajuan kualitas SDM yang berdaya saing dan Menerapkan Nilai-nilai budaya Melayu serta dijadikan sebagai tema pembangunan Kabupaten Lingga Tahun 2023.
Adapun prioritas pembangunan daerah Kabupaten Lingga Tahun 2023 yaitu, percepatan pemerataan kualitas hidup, kapasitas masyarakat yang agamais dan menerapkan nilai-nilai budaya melayu percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran serta percepatan pemerataan kualitas infrastruktur wilayah dan saran ekonomi yang berwawasan lingkungan
Penulis : Febrian S.r









Comment