LINGGA, SuaraKepri – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lingga Komisi II, Sui Hiok menanggapi keras pernyataan yang disampai Kadis Kesehatan Syamsu Rizal pada hari selasa 29 Mei 2018.
“Saya sampaikan adalah hal-hal mengenai keluhan ditengah-tengah masyarakat. Masalah yang kerap terjadi di Rumah Sakit Encik Maryam dan sering kehabisan obat sehingga rata-rata pasien menyatakan mereka harus membeli obat diluar,” kata Sui Hiok dalam surat tertulis yang di terima, Rabu (30/5/2018).
Menurutnya, apa yang kami sampaikan harusnya menjadi intropeksi kinerja beliau. Mengingat, kata Sui Hiok, Kadis Kesehatan pernah mengatakan hampir semua obat tersedia digudang.
“Saya tahu seharus obat sekarang banyak karena TA 2017 ada perlelangan obat 1.9 milyar lebih diakhir tahun dan saya yakin seharusnya saat ini obat ada banyak,” terang Sui Hiok.
Dan ironisnya, tambah Sui Hiok kenapa masyarakat masih mengeluh setiap berobat ke rumah sakit dan harus beli obat diluar.
“Tiga minggu yang lalu saya singgah ke rumah sakit dan ada satu pasien dari Dusun Linau, Desa Tanjungkelit juga mengeluh seperti itu,” ujarnya.
Mengenai obat, lanjut Sui Hiok, itu seharusnya didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas bukan disimpan digudang. Sehingga masyarakat tidak mengeluh harus beli obat diluar.
Terkait penambahan anggaran, Sui Hiok menjelaskan seharus Kadis tahu sistem pembahasan APBD.
“Kalau memang masalah anggaran yang sedang urgensi dan nggak bisa dipenuhi, harusnya beliau laporkan ke banggar saat pembahasan di tingkat KUA-PPAS,” ungkap Sui Hiok.
Dijelaskannya, seharunya Kadis Kesehatan mengetahui juga pembahasan itu diawali dengan pembahasan tingkat internal eksekutif yang dinamakan team TAPD.
Kemudian, dia (Syamsu Rizal – red) sampaikan dulu di team TAPD, kalau mentok di team TAPD, lanjut Sui Hiok beliau bisa bisa lapor ke bupati bahwa ada hal yang urgensi di Dinkes yang tak dapat dipenuhi.
“Bukan DPRD seenaknya mau nambah anggaran. Ok ditambah, kalau masuk pembahasan di komisi kita cuma dapat menyesuaikan aja karena pagu anggaran sudah ditentukan,” jelasnya.
“Jadi jangan ngajar buaya berenang lah. Saya ini udah 3 priode jadi anggota dewan bukan asal omong kosong aja. Saya berani bicara lantang karena udah ngak bisa melihat masyarakat ngomel tentang beli obat di luar dan saya sendiri bantu mengurus pasien pulau Senang di puskesmas yang harusnya jam 8 dirujuk ke Daik, cuma karena tak ada benang terpaksa jam 12 lewat baru bisa dirujuk ke Tanjungpinang,” tegasnya.
Dijelaskannya, sebagai wakil rakyat yang digaji untuk memperjuangkan hak-hak rakyat yang diabaikan. Apakah itu omong kosong?
Penulis : Rian







Comment