NATUNA, suarakepri.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas PMD Kabupaten Natuna melaksanakan Kegiatan Fasilitasi dan Asistensi Penyusunan RAPBDes Tahun 2018, diklinik Keuangan Desa, Senin (22/01).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kadis PMD Natuna, Indra Joni.
Dalam sambutannya Indra Joni menyampaikan kegiatan ini merupakan salah upaya mempercepat penyusunan APBDes, sehingga dana desa tersebut lebih cepat ditransfer ke rekening kas desa.
“Dana Desa (DD) tahun ini ada perubahan dari tahun sebelumnya, dari dua tahap menjadi tiga tahap, sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI no. 225/PMK.O7/2017 tentang Tentang Perubahan kedua atas PMK No. 50/PMK.07/2017,” kata Indra Joni dalam sambutannya.
Indra Joni menuturkan, tahun 2018, kedua dana tersebut ada penurunan.
“Untuk Alokasi Transfer ke Desa tahun anggaran 2018 Kabupaten Natuna, dari DD akan mengalami penurunan sekitar Rp. 2,6 milyar dan dari ADD sekitar Rp. 16 milyar, untuk seluruh desa di Kabupaten Natuna,” jelasnya.
“Dari DD yang sebelumnya Rp. 57,1 milyar menjadi Rp. 5,4 Milyar, sementara dari ADD yang sebelumnya Rp. 71,1 Milyar menjadi Rp. 55,4 Milyar,” lanjutnya.
Dengan turunnya kedua anggaran tersebut, Indra Joni mengatakan di upayakan tidak akan mempengaruhi tunjangan kepala desa beserta perangkatnya Serta BPD.
“Semoga semua Kades dan prangkatnya tidak ada yang tersandung masalah hukum dari kegiatan yang menggunakan keuangan desa,” ungkapnya.
Sembari menutup sambutan tersebut, Indra Joni berpesan kepada setiap perangkat desa baik Sekdes, Kaur Perencanaan Bendahar agar mengikuti kegiatan tersebut secara bersungguh-sungguh dan sampai selesai.
Kesempatan sama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Desa, Andryadi, menjelaskan mengenai Fasilitasi Input Data APBDes tersebut merupakan aplikasi nasional, untuk mempercepat penyusunan APBDes.
“Ditingkat Provinsi Kepri, Kabupaten Natuna sudah mencapai 70% untuk tingkat Nasional yang menggunakan Aplikasi Siskudes, dan menjadi daerah ke 2 setelah Kabupaten Bintan, dalam penyusunan APBdes. Semoga kedepan Kabupaten Natuna bisa mencapai 100% dan menjadi yang pertama,” harapannya.
“Kedatangan kami ke Natuna ini untuk sama-sama memberikan peningkatan dan pengenalan secara mendetail tentang aplikasi Siskudes,” tutupnya. (Imam/HMS)
[sk]







Comment