NATUNA – Tidak disangka, tidak terduga, di belakang rumah Isa.
Isa sendiri merupakan warga Sepempang, Bunguran Timur, Ranai, dimana Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan kerangka manusia, Kamis (28/9).
Diduga, kerangka manusia itu, asli penduduk tempatan.
Menurut Soni, kerangka manusia itu, di duga jenis kelamin wanita. Jika di lihat dari tulang pinggulnya.
“Saya hanya menduga, karena belum di identifikasi menggunakan alat, sesuai standar operasional,” kata Ketua Pelaksana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu, Kamis sore, 28 September 2017.
Kerangka wanita penduduk asli kabupaten di tengah negara Asean ini, tidak utuh lagi, hanya tinggal tulang belulang tanpa tengkorak.
“Kemungkinan berasal dari abad 12 atau 13,” terang Soni.
“Kemungkinan juga, bukan orang Muslim. Kita lihat, posisi kerangka tidak menghadap Kiblat,” lanjutnya.
Nina, Koordinator Pelaksana Lapangan Kemendikbud, menyayangkan temuan kerangka cukup tua ini, tidak utuh. Tidak disertai keranda, atau benggong, maupun bawaan kubur lain, seperti: keramik, pedang, keris dan sebagainya.
Jadi Nina menghimbau, masyarakat penemu kuburan kuno, agar tidak merusaknya.
“Dengan adanya situs-situs sejarah ini, Natuna bisa semakin dikenal, baik secara nasional maupun internasional,” katanya.
“Sebab situs-situs kuno, berupa kuburan lama, adalah sejarah penting bagi Indonesia, khususnya Natuna,” tambahnya.
Supaya situs-situs kuburan kuno, semakin dikenal, maka Kemendikbud akan melaksanakan sosialisasi, bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna.
“Kita telah koordinasi dengan dengan Disparbud, melalui Pak Hadisun,” katanya. “Nanti mau lebih jelas tentang kegiatan sosialisasi, silahkan hubungi Pak Hadisun.” tutupnya. (Imam)
[sk]

Comment