Tanjungpinang, suarakepri.com – Berhasil memberikan dampak positif bagi Indonesia, sektor hulu migas diketahui memiliki kontribusi besar dalam memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah penghasil. Jadi tidak mengherankan bila sektor hulu migas disebut sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia.
Sedangkan disektor hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dinilai memiliki peran penting dalam upaya untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Sebelumnya perlu diketahui, SKK Migas merupakan institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
Adapun tugas yang dilakukan oleh SKK Migas. Melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan kontrak kerja sama, dengan tujuan, dapat memberikan manfaat serta penerimaan yang maksimal bagi negara dan kemakmuran rakyat RI.
Dalam menjalankan tugasnya, SKK Migas dibantu oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang memiliki kontrak kerja sama dengan Pemerintah RI. Dengan sistem pembagian kerja, dibagi menjadi dua wilayah kerja.
Untuk wilayah kerja baru, melalui tender yang dilakukan Ditjen Migas di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sedangkan wilayah kerja yang sudah ada, dilakukan dengan membeli sebagian atau seluruh hak pengelolaan dari kontraktor lain.
Manfaat yang Dirasakan Masyarakat Kepri
Dengan hadirnya SKK Migas dan KKKS Kepri, tentunya telah memberikan manfaat bagi masyarakat daerah Kepulauan Riau. Hal ini juga berdasarkan dari pernyataan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Avicenia Darwis dalam kegiatan forum diskusi di Batam, pada hari Kamis (22/8/2019).
Avicenia Darwis menjelaskan dalam kegiatan yang dilakukan pada saat itu, bermaksud untuk membangun sinergitas, agar mengoptimalkan kontribusi penghasil migas. Secara garis besarnya, kehadiran industri hulu migas di suatu daerah akan memberi efek ganda (multiplayer effect) terhadap perekonomian nasional maupun regional, khususnya di daerah sekitar wilayah operasi hulu migas, selain itu, menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM), pemberdayaan ekonomi rakyat dan sektor lainnya, seperti pariwisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
Berdasarkan pernyataan Avicenia Darwis, sudahpun dilakukan dibeberapa daerah yang berada di Provinsi Kepri, hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan dan bantuan yang telah diberikan melalui dana CSR.
Pendapatan Anggaran Daerah
SKK Migas bersama Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P), Premier Oil Indonesia dan Star Energy berhasil melakukan efisiensi sebesar USD 56.5 Juta atau sekitar Rp 790 Miliar. Efisiensi tersebut dicapai melalui sinergi kontrak penyediaan jasa transportasi udara untuk pekerja lapangan dari ketiga KKKS. Penandatangan kontrak dilakukan pada hari kedua kegiatan IPA Convention and Exhibition 2019 di Jakarta, 05 September 2019.
Tanggal 29 Oktober 2021, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan Di tahun 2020, kontribusi hulu migas pada penerimaan negara mencapai Rp 122 triliun atau 144 persen dari target APBN-P 2020, dan sampai saat ini SKK Migas masih berupaya meningkatkan kontribusi penerimaan negara di tengah pandemi Covid-19. Hingga kuartal tiga 2021, realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai USD9,53 miliar atau melebih target tahun ini sebesar USD7,28 miliar.
Perekonomian
Genjot produk local, SKK Migas dan KKKS Kepulauan Riau terus mendorong kompetensi industri penunjang hulu migas. Program tersebut diimplementasikan dengan cara membina penyedia barang dan jasa dalam negeri agar dapat memenuhi kualifikasi kebutuhan operasi dan proyek hulu migas di dalam negeri. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi dalam rangkaian diksusi virtual Forum Kapasitas Nasional (KAPNAS), 01 November 2021, di Jakarta.
Pembangunan Infrastruktur
Menurut Bupati Natuna, H Abdul Hamid Rizal, SKK Migas dan KKKS Kepulauan Riau juga turut serta membangun daerah perbatasan. Seperti yang telah dilakukan, yaitu pada saat peresmian Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Taman Bermain Anak-Anak dan Fasilitas Olahraga, di Pantai Kencana, Jalan Soekarno – Hatta, Ranai, Kepri, Natuna, Kamis, 28 Maret 2019. Oleh Wakil Bupati Natuna, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna.
Tanggal 02 Mei 2019, SKK Migas dan KKKS Kepulauan Riau meresmikan Batu Lepe sebagai Ruang terbuka publik. Peresmian dihadiri oleh Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris SH, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Deputi, dan Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Peresmian fasilitas Migas Center di Batam, Kepulauan Riau, tanggal 05 Februari 2020. Didirikan di lingkungan Universitas Putera Batam, dan dilaksanakan oleh SKK Migas Sumbagut, bersinergi dengan KKKS Wilayah Kepri, yaitu Medco E&P Natuna Ltd., Premier Oil Natuna Sea BV, serta Star Energy (Kakap) Ltd., dengan harapan kedepannya, bisa mendukung upaya penciptaan SDM unggul di Provinsi Kepulauan Riau.
Pembangunan Taman Migas Dompak di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepri, yang dilaksanakan oleh SKK Migas bersama dua KKKS Kepri. Yaitu, perusahaan Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P) dan Premier Oil Indonesia Ltd. (POI), di lahan seluas 9.890 meter persegi, dengan fasilitas jogging track, panggung terbuka, arena bermain anak, area permainan, parkir dan toilet, pada tanggal 08 Februari 2021.
Bantuan Sosial
Selama masa pandemik, SKK Migas bersama KKKS Wilayah Kepri memberikan bantuan sosial yang diterima langsung oleh Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto., S.Sos., MM bertempat di Kantor Gubernur Kepri, tanggal 15 Mei 2020 berupa, 10 Ton Beras, 500 alat pelindung diri (APD) Hazmat dan 1000 Botol Handsanitizer, dari KKKS Medco EP Natuna Ltd, Premier Oil Natuna Sea BV dan Star Energy (Kakap) Ltd.
Selanjutnya, pada tanggal 25 Oktober 2021, SKK Migas bersama KKKS Kepri dan Komisi VII DPR RI memberikan bantuan berupa 1000 paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemic COVID-19, adapun isi sembako tersebut berisikan 5 kg beras premium, 1 liter minyak goring, 1 kg gula pasir, 1 botol hand sanitizer ukuran 100 ml, dan 4 masker 2 ply, yang disalurkan melalui Yatasan Rumah Zakat. Sembako disalurkan merata didaerah operasional masing-masing KKKS diwilayah Sumbagut.
Pendidikan
SKK Migas bersama KKKS Kepri memberikan kuliah umum dengan tema “Pengenalan Industri Hulu Migas dalam Pembangunan Nasional”, di auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Rabu, 18 April 2018. Kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa ini dilaksanakan dalam rangka program kerja SKK Migas Perwakilan Sumbagut dan KKKS Wilayah Riau. Dengan harapan, membangkitkan semangat dari mahasiswa Umrah untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang kegiatan Hulu Migas, khususunya di Provinsi Kepulauan Riau.
SKK Migas bersama KKKS Kepri melaksanakan kegiatan Kuliah Umum di Universitas Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, dengan tema Hulu Migas Goes To Campus, yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi atau pemahaman tentang kegiatan usaha hulu migas dan kontribusi KKKS kepada pembangunan baik nasional maupun di daerah, pada tanggal 04 September 2018.
Pada tanggal 12 September 2021, SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) kembali menggelar kegiatan webinar dan Jurnalistik (LKTJ) 2021 melalui virtual. Kegiatan ini merupakan upaya KKKS-SKK Migas untuk terus menjalin silaturahmi dengan jurnalis dan pemangku kepentingan di Kepri, meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Merujuk pada kegiatan yang telah dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS Kepri terhadap masyarakat Kepri, dapat dikatakan sumbangsih yang telah diberikan sudah mencakup beberapa unsur. Mulai dari peningkatan pendapatan daerah, perekonomian, pembangunan infrastruktur, bantuan sosial dan pendidikan.
Namun, pemanfaatan dan pencegahan dalam segi lingkungan dirasakan belum terlihat sepenuhnya. Meski Sejak tahun 2002, industri hulu migas telah pun mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Sehingga hal ini menimbulkan keraguan dan pertanyaan bagi masyarakat tempat pengolahan, terkait keamanan dan kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari hasil pekerjaan pengolahan migas.




Comment