Natuna, SuaraKepri – Tragedi sejarah Kapal penumpang KM Djadajat, merupakan kapal yang digunakan oleh Kementrian Perhubungan laut untuk dijadikan kapal perintis pada tahun 1958, tetapi naas, pada tahun 1980 kapal yang historis itu menabrak terumbu karang di perairan Natuna, dan akhirnya karam tak terselamatkan.

Kini akankah Kapal KM Bukit Raya senasib dengan sejarah kapal perintis KM Djadajat yang telah menjadi bangkai yang indah sebagai habitat ikan-ikan karang dan spesies hewan laut di lokasi terumbu karang tersebut, (19/05).
Sebelumnya, Kapal angkut penumpang KM. Bukit Raya dari Tarempa (Anambas) menuju Pelabuhan Selat lampa (Natuna) menabrak karang dan alami kebocoran di perairan Sedanau, Kabupaten Natuna, sekitar pukul 12 siang, Jum’at (18/05).
Satuan Polisi Perairan Polres Natuna, Iptu Zulkarnaen, menjelaskan KM Bukit Raya yang bertolak dari Anambas pada Kamis dini hari itu akan bersandar ke pelabuhan Selat Lampa Natuna pada Jum’at siang sekitar pukul 13.00 WIB.
“Namun hingga sore hari ini kapal tersebut belum tiba karena tengah mengalami insiden saat akan tiba ke Pelabuhan Selat Lampa,” kata Zulkarnaen dalam siaran persnya.
Oleh : Erial Saputra


Comment