Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Lomba nyanyi yang digelar Ikatan Pejuang Bazar Tanjungpinang (IPB) dalam rangkaian Bazar UMKM serba Rp10.000 di Mall Ramayana Tanjungpinang menghadirkan momen mengharukan. Dua anak berkebutuhan khusus tampil percaya diri di atas panggung dan berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Keduanya membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Dengan didampingi keluarga, mereka tampil penuh keberanian di hadapan publik, Sabtu, 20 Desember 2025.
Peserta pertama, Syifa Sauqiya (10), seorang anak dengan spektrum autisme, membawakan lagu Symphoni yang Indah dan Sepiring Berdua. Penampilan Syifa menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba nyanyi.
Ibu Syifa, Tuti, mengatakan keikutsertaan anaknya bertujuan memberikan ruang eksplorasi dan pengalaman baru.
“Ini pertama kali Syifa ikut lomba nyanyi. Saya ingin anak saya berani mencoba dan menambah pengalaman. Syifa memang senang bernyanyi, selain itu juga hobi melukis,” ujar Tuti.
Sementara itu, Huriyyah Farhannah (11), seorang anak tunanetra, tampil membawakan lagu Malu-malu dan Tutur Batin. Suara lembut dan penghayatan yang ditampilkan membuat pengunjung memberikan tepuk tangan panjang.
Ibu Huriyyah, Oca, mengungkapkan bahwa anaknya memiliki pengalaman di ajang serupa. Huriyyah pernah mewakili Tanjungpinang dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) di tingkat Provinsi, namun belum berhasil ke tingkat nasional di Jakarta.
“Huriyyah pernah lolos sampai tingkat provinsi dan mewakili Provinsi Kepri, namun belum berhasil lolos di tingkat nasional. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dibuka untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Ketua Ikatan Pejuang Bazar Tanjungpinang, Syahri Dharma Putra, menegaskan bahwa lomba nyanyi tersebut memang dirancang sebagai ruang inklusif bagi semua anak tanpa memandang keterbatasan.
“Kami ingin IPBT menjadi wadah yang ramah bagi siapa saja. Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk tampil dan diapresiasi. Justru dari merekalah kita belajar tentang keberanian dan ketulusan,” ujar Syahri.
Ia menambahkan, kegiatan bazar UMKM yang dikemas dengan hiburan dan lomba bertujuan tidak hanya menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan edukatif bagi masyarakat.
“IPBT ingin membuktikan bahwa bazar bukan hanya soal transaksi ekonomi, tapi juga ruang kebersamaan, empati, dan inklusivitas,” tambahnya.
Syahri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami mohon doa dan dukungan agar IPBT terus maju dan tidak berhenti menghadirkan kegiatan positif untuk masyarakat Tanjungpinang,” tutupnya.
Lomba nyanyi ini merupakan bagian dari rangkaian Bazar UMKM serba Rp10.000 yang berlangsung di Mall Ramayana Tanjungpinang. Penentuan pemenang lomba dijadwalkan akan diumumkan pada Minggu, 21 Desember 2025.
Lebih dari sekadar kompetisi, penampilan Syifa dan Huriyyah menjadi pesan kuat bahwa keberanian, kesempatan, dan dukungan lingkungan mampu membuka ruang prestasi bagi semua anak.






Comment