Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Kado Puisi untuk HUT RI ke-76, Kakekku Bilang ‘Merdeka’

680
×

Kado Puisi untuk HUT RI ke-76, Kakekku Bilang ‘Merdeka’

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, suarakepri.com – Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-76, Rumah Kreatif Samalayar Teater kota Tanjungpinang yang telah dibacakan sebuah puisi Kemerdekaan, pada hari Kamis lalu (12/08).

Berdasarkan informasi yang disampaikan langsung oleh Kang Yopi selaku Ketua Rumah Kreatif Samalayar Teater Kota Tanjungpinang, menyampaikan bahwasanya kegiatan tersebut akan dilaksanakan langsung di sekretariat Rumah Kreatif Samalayar, Jalan Batu 5 atas.

Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 20 Agustus 2020, dengan judul puisi “Kakekku Bilang Merdeka”.

Yopi menjelaskan, puisi ini tercipta dari hasil keresahan dan fenomena zaman sekarang yang berkaitan juga dengan HUT RI ke-76.

Dimana pada saat itu, masyarakat masih sering mengucapkan syukur dan terima kasih atas pahlawan yang gugur untuk membela negara ini.

“Untuk saat ini saya lebih kritis, antara sadar dan tidak sadar melihat masyarakat telah melupakan kebiasaan ini selama hampir 2 tahun lamanya, tak adalagi doa-doa yg biasa dipanjatkan pada saat upacara tiap hari senin,” tambahnya, pada hari Minggu (15/8).

Yopi juga mengungkapkan kejadian ini mungkin ada kaitannya dengan wabah Covid-19, sehingga masyarakat hanya mengingat para pahlawan ketika hari upacara atau HUT RI saja.

Atas dasar keserahan inilah, Yopi ingin menyampaikan kepada masyarakat melalui puisi yang iya ciptakan untuk mengingatkan kepada masyarakat agar memanjatkan doa untuk tidak perlu menunggu hari besar.

“Ini adalah kado dari saya untuk untuk HUT RI,” tegasnya.

Berikut sepenggal Puisi yang akan dibawakan oleh Yopi.

KAKEKKU BILANG MERDEKA
Jumat 17 agustus 1945

Sorak nada tak karuan lantang, kakek ku berteriak di penjuru indonesia dengan darah muda nya.
MERDEKA ya MERDEKA !
Lantunan puji syukur pun terpanjakan.
Isak haru di sebelah radio kecil.


Ketika awak media pemompa untuk nyuarakan rasa cita-cita bangsa.
Tatapan keluarga yang gugur di medan perang tajam dan runcing bagai bambu, bangga bercampur dendam mendalam ketika keluarga nya yang hilang di nobatkan sebagai PAHLAWAN.
Nisan-nisan yang berjejer di taman makam pahlawan bukan untuk di puja.


Mengingatkan bahwa mereka mati untuk kita.
Berjibaku bertumpah Darah tertumpah di tanah.
Tak mengapa, asalkan lunas terbayar hutang merdeka, yang kau rebut bertahun tahun lamanya.
Terima kasih tuhanku yang telah memberikan negara yang kaya ini.
Terima kasih pahlawanku demi kami anak cucumu kau rela mati.
Kini sudah hampir dua tahun doa itu tersendat.
Tak ada lagi menundukkan kepala mengheningkan cipta berisi doa doa, untuk pahlawan, dihari upacara pengibaran sang saka.
Sekarang semua sudah tau kondisi dimana wabah menjadi hambatan, seakan melupakan untuk mengheningkan cipta.
Yang tercipta hanya kekacauan porak-poranda Randa di negeri agraris ini.
Pahlawanku negeri yang kau wariskan sedang tidak baik baik.

Tanjungpinang 20 juli 2021.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat