Tanjungpinang, suarakepri.com – Berapa hari yang lalu telah beredar informasi yang menyatakan bahwasanya Provinsi Kepri menduduki peringkat satu dalam kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia, hal ini bedasarkan data rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya terkait informasi kasus perkembangan kasus Covid-19.
Selain itu, media online CNBC Indonesia juga sudah memberitakan informasi yang sama, dimana berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, melaporkan ada tambahan 291 kasus baru pada hari Jumat (17/12), dengan total kasus konfirmasi mencapai 4.260.148. dan menyatakan Kepulauan Riau sebagai penyumbang kasus terbanyak, yaitu 70. Kemudian disusul Jawa Barat dan DKI Jakarta, masing-masing 51 dan 38.
Menanggapi hal tersebut. Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad tampak kecewa dengan data yang di rilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya, terkait informasi kasus perkembangan kasus Covid-19. Dimana disebutkan jika penambahan kasus Covid-19 di Kepri terbanyak se-Indonesia.
Terkait informasi tersebut, Ansar langsung melakukan koordinasi dengan petugas Covid yang ada di Kepri. Serta meminta satgas Covid Kepri dan Dinas Kesehatan melakukan komunikasi untuk konfirmasi atas kebenaran informasi dimaksud.
“Jika data ini benar, tentunya kita sangat kecewa. Kemungkinan pelonjakan tersebut berkaitan dengan pemulangan PMI yang tidak terkontrol dan terlalu longgar. Seharusnya, PMI yang terkonfirmasi tidak dipulangkan terlebih dahulu, dan untuk Konjen atau Duber RI di Malaysia, sebaiknya kembali kepada kesepakatan, dimana salah satunya telah disepakati klinik yang ditunjuk oleh keduataan RI di Malaysia,” Ungkap Ansar.
Ansar menjelaskan, Kekecewaan ini sangat mendasar, karena sejauh ini Kepri sudah sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, gencar melakukan vaksinasi dan bahkan baru saja melaunching vaksinasi untuk anak 6-11 tahun.
“Kita sangat serius mengikuti arahan Pemerintah Pusat untuk menekan perkembangan Covid-19 di daerah. Karena kita juga punya planning agar program pemulihan ekonomi Kepri bisa segera dilakukan,” Tegas Ansar.
Sementara itu, juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana langsung meluruskan pemberitaan yang menyebut Provinsi Kepri mencatatkan penambahan 70 kasus konfirmasi Covid-19 per Jumat 17 Desember 2021, dan tertinggi penambahannya se-Indonesia.
“Kita pastikan informasi itu keliru,” Ungkap Tjetjep, Jumat (17/12/2021) malam.
Tjetjep mengaku tidak mengetahui secara persis darimana sumber data yang digunakan dalam pemberitaan tersebut. Meskipun dalam pemberitaan disebutkan, jika data yang digunakan berasal dari Humas BNPB.
“Kita tidak tahu datanya darimana asalnya. Namun yang jelas dapat saya pastikan itu keliru,” kata Tjetjep mengulangi.







Comment