Demo Dugaan Korupsi Mark Up Pembebasan Lahan RSUD Karimun
TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Jaringan Informasi Mahasiswa Kepri aksi demonstrasi berakhir ricuh di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, pada hari Jumat (16/5). Aksi demo ini mereka lakukan terkait dugaan korupsi mark up pembebasan lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungbalai Karimun saat M. Sani masih menjabat sebagai Bupati Karimun.
Bentrokan antara pendemo dengan aparat keamanan gabungan Satpol PP Kepri dan pihak kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang tidak dapat dihindari lagi, karena puluhan mahasiswa memaksa masuk ke dalam Kantor Gubernur Kepri.
Sorakan untuk M. Sani mundur sebagai Gubernur Kepri terus mereka lakukan. Mereka juga memaksa Gubernur Kepri untuk bertemu mereka, karena kerugian negara cukup besar bagi mereka sebesar Rp 1,8 miliar.
“Sudah berkali kami melakukan demo,selalu saja perwakilan yang bertemu kami. Kami akan terus tetap bertahan hingga Gubernur Kepri bertemu kami,” ujar koordinator pendemo, Kardoni Vernandes.

Lanjutnya, mereka akan terus melakukan demo lanjutan sampai bertemu dengan HM Sani. “Kami tidak akan menyerah, kami akan terus berdemo sampai ketemu beliau,” tegasnya.
Syafri Salisman, Kepala Kesbangpol Linmas Kepri mengatakan bahwa saat ini Gubernur Kepri, HM. Sani berada di Batam. “Saat beliau (Gubenur Kepri) ada di Batam, beliau sudah diarahkan kepada Sekda Kepri untuk bertemu. Tetapi mereka tidak berkenan untuk diwakili Sekda,” ujar Syafri saat itu didampingi Kabiro Hukum Provinsi Kepri, Mariyan Ekowati, SH, MM.
Bahkan, lanjut Syafri, mereka memaksa untuk menjemput Gubernur Kepri, HM. Sani datang ke kantor Dompak. “Beliau lagi menerima tamu untuk acara MTQ Nasional di Batam. Mereka diajak dan berdialog, tetap tidak mau bertemu perwakilan yang dipimpin Sekda Kepri untuk berdialog,” ungkapnya.
[sk]







Comment