banner 728x250

Oknum Lurah Jadi Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur, Korban Ternyata Sepupunya

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri – Seorang Oknum Lurah Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya resmi ditahan Satreskrim Polres Tanjungpinang, Sabtu (29/05/2021).

Sebelumnya ER dikabarkan diserahkan oleh pihak keluarga pada hari Jum’at sore.

banner 336x280

Penahanan terhadap Lurah berinisial ER tersebut, setelah tim PPA Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkannya sebagai tersangka atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak 13 tahun pada 24 April 2021 lalu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando kepada awak media menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada April 2021.

“Pada hari Jumat tanggal 24 April 2020 sekira pukul 05.30 Wib saat korban dan tersangka sedang menonton TV di lantai dua rumah nenek korban. Tiba-tiba tersangka memegang sambil tetap mengelus dada korban. Lalu keesokan harinya tersangka juga pernah memasukkan tangan tersangka ke dalam organ intim korban,” kata Fernando.

Setelah mendapatkan perlakuan tersebut, korban bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjungpinang guna dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudian terhadap tersangka yaitu pada hari ini Kamis 27 Mei 2021 sekira pukul 23.00 WIB, dari hasil pengembangan pemeriksaan korban dan didukung dengan alat bukti lainnya, patut diduga Korban telah mengalami perbuatan cabul.

Selanjutnya Unit Opsnal bersama dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tanjungpinang segera melakukan pencarian terhadap Tersangka dengan cara menghubungi pihak keluarga Tersangka.

Selanjutnya dari hasil Komunikasi petugas dengan keluarga tersangka, Pihak keluarga menyampaikan bahwa tersangka bersedia untuk datang Kekantor.

Kemudian setelah Tersangka tiba di kantor, langsung dilakukan penangkapan terhadap Tersangka guna untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka “ER”, Laki-laki (40), merupakan ASN, sementara korban berinisial “NA”, Perempuan (13),” jelasnya.

Terhadap tersangka disangkakan Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang.

Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

“Polisi berhasil meringkus dengan ancaman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”, terang Kapolres. (Eb/IF)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *