by

Kisah Pria Brewok Terpuruk Oleh Covid-19, Kini Berjualan Cemilan “2 Bersaudara”

Penulis : -Lingga-757 views

Lingga, SuaraKepri.com – Fakhrul Rozi (21) seorang pemuda brewok yang mencoba keberuntungan di dunia usaha cemilan, meski di tengah wabah virus corona melanda, Minggu (30/05/21).

Kuliah di semester 2 Jurusan Manajemen di Fakultas UT Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Fakhrul Rozi bersama saudaranya Abang Vendra membuat satu produk cemilan yang kini dikenal dengan nama “2 Bersaudara”.

Menurut dia, dimasa serba sulit seperti ini, peningkatan ekonomi perlu dilakukan, meski harus terbatas dengan sosial distancing akibat covid-19, namun ia optimis usaha mikro milik nya itu, mampu berkembang walaupun slowly.

“Alasan kenapa kami membuat produk ini, karna kami pingin keluar dari zona nyaman, perlu gebrakan untuk bangkit agar juga kami tidak perlu minta-minta uang ke orang tua lagi, kalau perlu kami yang cari uang lebih dan bahagiankan mereka,” kata Ojie sapaan akrabnya kepada SuaraKepri.com.

Anak dari, Ibu Rosnizar dan M Taufik Ag, Ojie memulai cemilan kripik pisangnya dari modal awal Rp. 4.000.000 juta, dari modal awal itu, hari ini, ia mampu membuat dua varian rasa yakni varian coklat dan varian tiramisu.

Namun tegas dia, varian ini tidak hanya berhenti di dua rasa saja, kedepan ia akan menambah varian baru, termasuk rasa original dan barbeque, tidak hanya kripik pisang, next projeck ia akan menambah produk cemilan kacang goreng.

“Modal pertama sekali itu kisaran 4 jutaan lebih kurang, modal segini sudah termasuk kemasan, kompor gas, tabung gas, rasa varian dan kelengkapan lainnya. Untuk satu cemilan ini kami jual satunya Rp. 10.000,” jelas dia.

Menurut dia, cemilan miliknya itu, jika di bandingkan dengan kripik pisang pada umumnya ,tentu jauh berbeda, hal itu karna terdapat resep rahasia turun menurun saat pengolahan pisangnya.

“Bedanya itu, dari kemasan jelas sudah unggul, dari cita rasanya khas kami beda dari yang lain, intinya saat kami berjualan nanti juga berbeda, ala ala jas turun ke jalan, dan juga kami mengejar pasar umum dan millenial, insyallah berkah,” harapannya.

Ada yang unik dari kutipan dan kemasan produk cemilan kripik pisang, pria yang juga bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lingga itu.

Tidak hanya menawarkan cita rasa, ide brilian pemuda ini juga perlu di puji, pasalnya pada tampilan depan kemasan tersebut terdapat gambar pisang yang menggunakan masker, seolah mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Bahkan lagi, di bagian lain kemasan itu, terdapat kata-kata yang mencuri perhatian, kamasan itu bertuliskan “pisang aja takut sama covid-19, apalagi Kalian harus takut juga.”

“Kami paham dengan dampak yang diakibatkan oleh wabah ini, untuk itu di kemasan kami ada pisang yang menggunakan masker, dengan begitu produk kami ada indentitas sendiri,” ujarnya.

Selain itu, ia menyadari membuka usaha di masa-masa wabah covid-19 ini, bukan perkara mudah, disiplin waktu dan pengelolaan keuangan juga perlu di perhatikan, namun dengan berkembangnya sosmed, ia mengaku akan mencoba memanfaatkan semaksimal mungkin.

“Ada kesulitan memang saat memasarkan produk, aktivitas terbatas, mau kesana kesini gak bisa, mau cari cuan lebih juga payahkan, pengangguran semakin banyak karna covid-19, dengan pemerintah kita juga tidak bisa bergantung, kita ini laki-laki tentu harus berjuang untuk mendapatkan uang jajan lebih, maka cara usaha ini lah yang saya tempuh untuk melawan covid-19, kalau di dunia ini masih ada harapan,” tukas dia.

Sementara itu, dengan amburadulnya sistem ekonomi, kesehatan, sosial dan keragaman akibat covid-19, serta pengangguran yang menggurita, ia mengajak seluruh pemuda, masyarakat, konten kreator, kaum millenial untuk menggalakan beli produk lokal, sebab dengan meningkatkan daya membeli produk produk lokal maka lapangan pekerjaan akan terbuka dan ekonomi perlahan meningkat.

“Buat yang terganggu dan terbatas aktivitasnya akibat covid-19, serta kesulitan ekonomi, jangan putus asa pasti ada jalannya, selagi ada niat dan usaha maka pasti kita lewati, kami sudah buktikan allhamdulilah kami tidak mau terpuruk oleh covid ini, kami bangkit dan membuat produk sendiri, allhamdulilah hari ini kami masih bisa berjalan, intinya apapun yang kita mau, kuncinya mulai lah dulu,” pungkasnya.

Comment

Berita Lainnya