TANJUNGPINANG, suarakepri.com – Oknum Polisi di Tanjungpinang yang bertugas di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang berinisial AK diduga membackup keteledoran Mr Blitz yang terindikasi menghilangkan ijazah mantan karyawannya.
Hal itu bermula ketika, Moel Akhyar mendatangi Mr Blitz untuk mempertanyakan bagaimana tindak lanjut Mr Blitz terkait ijazah keponakannya bernama Khoirul Anam yang sampai hari ini belum diserahkan pihak Mr Blitz sementara yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi disana.
Sesampainya disana ternyata sudah ada seseorang yang dari pakaiannya menunjukan bahwa beliau seorang polisi, sontak Moel yang tengah emosi karena sikap Mr Blitz yang terkesan buang badan itu langsung mengatakan jika dirinya tidak takut maskipun Mr Blitz menghadirkan seorang polisi disana.
“Kalau nak bawak polisi bawaklah, tidak takut aku, pak polisi ini disini mau menggertak kita, gak takut aku,” ucap Moel melihat keberadaan salah seorang oknum polisi yang tiba-tiba hadir ketika dirinya dan beberapa rekan-rekannya mempertanyakan tindak lanjut ijazah tersebut.
Bukannya menenangkan dan mengklarifikasi keberadaannya di sana, oknum polisi itu dari rekaman suara yang media ini peroleh malah balik membentak Moel dan rekan-rekannya di sana sembari memaksa Moel dan rekan-rekan untuk membawa Khoirul Anam untuk datang ke lokasi Mr Blitz saat itu.
“Apa, bawak kesini Anam itu, aku mau jumpa sama yang namanya Anam itu, mana Anam itu,” teriak oknum Polisi berinisial AK itu.
Menurut informasi yang diperoleh media ini Moel dan owner Mr Blitz Yeza Eka Savitri sempat bertemu pada Jumat (07/03/2025) lalu. Pada pertemuan itu Moel mengatakan bahwa Yeza meminta waktu 2 hari untuk mengembalikan ijazah tersebut.
Tetapi dalam pertemuan itu Yeza terkesan tidak mengakui jika ijazah tersebut hilang dan terkesan tidak mengakui bahwa hilangnya ijazah Khoirul Anam keponakannya tersebut karena kelalaian perusahaannya.
“Saya dapat info dari bagian office bahwa ijazah itu hilang, tapi karena dia minta waktu saya mengiyakan,” ucap Moel.
Seminggu berlalu Moel menunggu itikad baik pihak Mr Blitz, namun Moel mengaku seperti terus diulur-ulur dengan alasan yang menurutnya semakin tidak jelas.
Bahkan Moel memperoleh informasi jika ada upaya dari pihak Mr Blitz untuk membuat atau mencetak ijazah baru dengan bantuan tenaga IT dan design.
“Seminggu setelah pertemuan saya dengan pemilik Blitz, saya datang lagi ke sana, tapi kali ini saya hanya bertemu admin yang bernama Ayu, dan dia menyampaikan hal yang saya nilai sangat berbelit-belit. Saya hanya ingin pihak blitz mengakui telah lalai menyimpan barang berharga milik karyawannya, ternyata tidak demikian,” tutur Moel.
Hingga berita ini diturunkan, awak media ini masih berusaha mengkonfirmasi owner Mr Blitz dan oknum Polisi berinisial AK terkait kebenaran informasi tersebut sebagai upaya perimbangan berita.
Penulis. : Angga







Comment