Tanjungpinang, SuaraKepri.com –
Kondisi Pelabuhan Kampung Datok yang berlokasi di RT 01 RW 02, Kecamatan Tanjungpinang Kota, menuai sorotan setelah video yang merekam kerusakan serius pada bagian plafon dan struktur bangunan pelabuhan beredar di media sosial.
Video tersebut direkam pada 27 Desember 2025 sekitar pukul 09.35 WIB oleh Said Ahmad Sukri, yang kerap disapa SAS Jhony. Dalam rekaman berdurasi kurang lebih 44 detik itu, terlihat jelas kondisi bangunan pelabuhan yang mengalami kerusakan parah dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Berdasarkan pantauan visual video, plafon bangunan pelabuhan tampak mengelupas, berlubang, dan lapuk, dengan beberapa bagian terlihat nyaris runtuh. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan risiko material plafon yang bisa jatuh sewaktu-waktu, terlebih pelabuhan merupakan fasilitas publik dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Tak hanya plafon, kerusakan juga terlihat pada bagian lain bangunan. Tiang penyangga tampak kusam dan berkarat, sementara bangku beton di area selasar pelabuhan terlihat retak dan pecah. Lantai keramik pun tampak rusak, disertai serpihan material bangunan yang berserakan di sejumlah titik.
Kondisi tersebut mengindikasikan kurangnya perawatan dan pemeliharaan berkala terhadap fasilitas pelabuhan. Padahal, sebagai salah satu sarana transportasi dan aktivitas masyarakat pesisir, pelabuhan seharusnya memenuhi standar kelayakan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna.
Perekam video, SAS Jhony, menyebutkan bahwa dokumentasi tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik. Ia berharap pihak terkait segera melakukan peninjauan langsung dan perbaikan sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
“Kalau dibiarkan, ini berbahaya. Plafonnya sudah rapuh, bisa ambruk kapan saja,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Pelabuhan Kampung Datok maupun instansi teknis terkait, baik dari pemerintah kelurahan, kecamatan, maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi sarana dan prasarana perhubungan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk audit kondisi bangunan dan rencana perbaikan, mengingat pelabuhan merupakan fasilitas vital yang digunakan sehari-hari.
Kerusakan fasilitas publik seperti ini dinilai bukan sekadar persoalan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna, tanggung jawab pengelolaan aset daerah, serta hak masyarakat atas fasilitas publik yang layak dan aman.
Catatan Redaksi (opsional)
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak pengelola pelabuhan maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan resmi atas kondisi tersebut.

Comment