Tanjungpinang, suarakepro.com — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi mengoperasikan kapal riset pertamanya, Elang Laut 1, Rabu (25/2). Pengoperasian kapal tersebut menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat kapasitas riset kelautan sekaligus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu maritim di Provinsi Kepulauan Riau.
Pelayaran perdana dimulai dari Galangan Kapal Sungai Carang, Senggarang, menuju perairan Selat Satu Gurindam di kawasan pesisir Kampus UMRAH Dompak. Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, memimpin langsung prosesi arung perdana tersebut.
Setibanya di lokasi, dilakukan pemotongan pita dan pemecahan kendi di anjungan kapal sebagai tanda resmi beroperasinya Elang Laut 1. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya operasional laboratorium terapung yang akan menunjang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kehadiran kapal riset bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari strategi besar penguatan ekosistem riset berbasis kemaritiman.
“Hari ini kita tidak hanya meresmikan kapal, tetapi memperkuat fondasi riset maritim. Elang Laut 1 akan menjadi laboratorium terapung untuk memperdalam kajian kelautan, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta menghadirkan solusi berbasis sains bagi persoalan pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengoperasian kapal riset ini sejalan dengan agenda peningkatan produktivitas riset bereputasi internasional serta pengembangan pusat-pusat unggulan (center of excellence) di bidang kelautan dan perikanan.
Usai prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan doa syukur di Gedung Satu Gurindam-Ismeth Abdullah yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama. Sejumlah guru besar UMRAH turut menyampaikan pandangan strategis terkait penguatan arah pengembangan universitas sebagai kampus maritim berbasis riset.
Momentum ini turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekan, kepala biro, peneliti, serta perwakilan Dewan Pertimbangan UMRAH dan tokoh adat.
Dengan beroperasinya Elang Laut 1, UMRAH menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi biru (blue economy) berkelanjutan serta memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan daerah kepulauan.
Kehadiran kapal riset tersebut diharapkan menjadi simpul kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan mitra nasional maupun internasional dalam menghasilkan riset aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat bahari.






Comment