Promo FBS
FBS Reliable Broker
NasionalTanjungpinang

Kolaborasi OceanX–BRIN, Dosen UMRAH Ikut Riset Laut Dalam

529
×

Kolaborasi OceanX–BRIN, Dosen UMRAH Ikut Riset Laut Dalam

Sebarkan artikel ini
Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D,.

Tanjungpinang, suarakepri.com — Keterlibatan akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dalam riset laut dalam berskala internasional menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset kelautan nasional. Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D, turut ambil bagian dalam program deep sea research dan capacity building hasil kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama OceanX di Laut Sulawesi, yang berlangsung pada 4–25 Januari 2026.

Ekspedisi ini menggunakan kapal riset canggih R/V OceanXplorer untuk meneliti biodiversitas ekosistem gunung laut (seamount), salah satu kawasan laut dalam yang memiliki peran penting terhadap dinamika ekosistem perairan. Berbagai instrumen oseanografi mutakhir diterapkan, mulai dari CTD untuk pengambilan sampel air laut hingga kedalaman 4.000 meter, ROV yang mampu menjangkau 6.000 meter, hingga penyelaman submersible OceanX pada kedalaman sekitar 1.000 meter.

Selain riset dasar laut, tim juga melakukan pemantauan mamalia laut melalui helikopter OceanX yang beroperasi rutin dua kali sehari. Metode ini memperkaya data ekologi laut dalam secara komprehensif, baik dari kolom air hingga permukaan laut.

Wahyudin menyebutkan, penelitian yang ia lakukan berfokus pada pemodelan siklus nutrien di kawasan gunung laut. Kajian ini penting untuk memahami peran seamount dalam meningkatkan produktivitas perairan, yang berkaitan langsung dengan potensi perikanan, khususnya komoditas Tuna, Cakalang, dan Tongkol (TCT) di Laut Sulawesi.

Meski Provinsi Kepulauan Riau tidak memiliki karakteristik laut dalam, Wahyudin menilai pengalaman riset ini sangat relevan untuk pengembangan metode, teknologi, dan pendekatan ilmiah di wilayah kepulauan. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa UMRAH, sekaligus memperkuat riset kelautan berbasis sains.

Ia menegaskan, keterbatasan data ilmiah masih menjadi tantangan utama pengelolaan sumber daya laut di Kepulauan Riau. Oleh sebab itu, riset yang kuat dan berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan kelautan dan perikanan yang tepat sasaran.

“Data ilmiah yang akurat akan mendorong kebijakan pembangunan kelautan yang berkelanjutan, sehingga potensi laut benar-benar dapat menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.(RAS/Humas)

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat