Promo FBS
FBS Reliable Broker
BisnisTanjungpinang

Angkringan MANTAP Ubah Wajah Kuliner Malam Tanjungpinang, dari Makan Murah Menjadi Ruang Interaksi Modern

18
×

Angkringan MANTAP Ubah Wajah Kuliner Malam Tanjungpinang, dari Makan Murah Menjadi Ruang Interaksi Modern

Sebarkan artikel ini
Aulia Cyntia Halimah saat berbincang dalam program Sembang UMKM di RRI Pro 4 Tanjungpinang mengenai inovasi Angkringan MANTAP dalam menghadirkan konsep kuliner malam di Tanjungpinang, Minggu (17/05)./Red

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Peta kuliner malam di Kota Tanjungpinang terus bergerak dinamis. Jika sebelumnya pilihan masyarakat lebih banyak bertumpu pada kedai kopi konvensional atau gerobak kaki lima sederhana, kini hadir fenomena baru melalui Angkringan MANTAP yang menawarkan konsep berbeda: kuliner rakyat dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan akar kerakyatannya.

Dalam program Sembang UMKM di RRI Pro 4 Tanjungpinang, salah satu pengelola Angkringan MANTAP, Aulia Cyntia Halimah, mengungkapkan strategi mereka dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap angkringan yang selama ini identik dengan menu sederhana ala “nasi kucing”.

Alih-alih hanya menyajikan menu klasik berporsi kecil, Angkringan MANTAP menghadirkan pendekatan baru melalui varian unggulan seperti Nasi Bakar Cumi, Nasi Bakar Ayam, serta menu khas bertajuk Nasi MANTAP.

Konsep ini dinilai lebih sesuai dengan karakter lidah masyarakat Tanjungpinang yang cenderung menyukai hidangan kaya rempah dan bercita rasa kuat. Aroma daun pisang bakar yang khas dipadukan dengan isian berbumbu menjadi daya tarik tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pilihan santapan malam yang praktis namun tetap mengenyangkan.

“Kami ingin tetap membawa konsep angkringan yang merakyat, tetapi dengan kualitas rasa yang lebih relevan dengan selera masyarakat lokal,” ujar Aulia.

Meski melakukan inovasi pada menu utama, mereka tetap mempertahankan elemen khas angkringan seperti aneka sate usus, telur puyuh, dan bakso bakar sebagai bagian dari identitas kuliner jalanan yang akrab di berbagai kalangan.

Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, Angkringan MANTAP menilai bahwa kekuatan utama mereka bukan hanya terletak pada produk, tetapi juga pengalaman sosial yang dibangun.

Baginya, angkringan harus menjadi ruang yang nyaman, terjangkau, sekaligus mampu menjadi titik temu masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Keramahan adalah modal utama. Kami tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menyediakan ruang interaksi bagi masyarakat untuk melepas penat setelah beraktivitas,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut diperkuat dengan komitmen menjaga kualitas bahan baku harian serta pemanfaatan pemasaran digital untuk menjangkau generasi muda. Strategi ini perlahan menggeser posisi angkringan dari sekadar tempat makan murah menjadi bagian dari gaya hidup malam masyarakat perkotaan.

Kehadiran Angkringan MANTAP menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kepulauan Riau mampu beradaptasi dengan perubahan pasar melalui inovasi yang terukur. Dengan memodifikasi menu tradisional, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membangun suasana yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern, angkringan kini tidak lagi dipandang sebelah mata.

Transformasi ini menjadi bukti bahwa kuliner jalanan dapat naik kelas tanpa kehilangan identitas dasarnya sebagai usaha rakyat—terjangkau, akrab, dan dekat dengan masyarakat. (Thafan Casper)

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat