banner 728x250

Sepanjang 2015, 22 Kantor Polisi Diserang dan Dibakar Massa

  • Share
DELI SERDANG, SUMUT, 22/9 - PENYERANGAN MAPOLSEK. Sejumlah warga melihat lokasi Mapolsek Hamparan Perak, menyusul penyerangan yang dilakukan kawanan Orang Tak Dikenal (OTK) bersenjata api, di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Rabu (22/9). Pada Rabu (22/9) dini hari, Mapolsek Hamparan Perak diserang kawanan bersenjata api yang diperkirakan berjumlah belasan orang, mengakibatkan tiga personel kepolisian tewas dan satu unit mobil polisi nyaris dibakar kawanan bersenjata. FOTO ANTARA/Irsan Mulyadi/ed/mes/10

JAKARTA, SuaraKepri – Sebanyak 22 kantor polisi dan fasilitas Polri lainnya diserang, dirusak, ditembaki, serta dibakar massa di sepanjang tahun 2015.

Meski jumlahnya menurun, tingkat emosional massa terhadap polisi masih cukup tinggi di tahun 2015. Sehingga massa terlalu gampang terprovokasi untuk merusak, menembaki, dan membakar kantor polisi.

banner 336x280

Indonesian Police Watch (IPW) mencatat yang dirilis tribunnews, peristiwa terakhir terjadi pada 27 Desember 2015 malam. Polsek Sinak, Puncak, Papua diserang dengan tembakan.

Tiga polisi tewas tertembak, satu luka, dan tujuh senjata dibawa kabur pelaku. Dengan adanya peristiwa ini di tahun 2015 ada 21 polisi tewas dan 75 luka.

Di sepanjang 2015 ada 18 peristiwa penyerangan dan pembakaran, yang menyebabkan 21 fasilitas Polri rusak. Yakni 10 pos polisi, 5 polsek, satu polres, tiga rumah, dua mobil, dan satu sepeda motor polisi.

“Dari jumlah itu 8 yang dibakar, 13 dirusak massa, dan satu ditembaki. Para pelakunya, 5 warga, 6 orang tak dikenal, dua Brimob, satu TNI, satu suporter bola, dan lainnya tiga orang,” ujar Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Senin (28/12/2015).

Neta menjelaskan, wilayah yang paling banyak kantor polisinya dirusak massa adalah Sulawesi Selatan. Di wilayah ini ada lima pos polisi dibakar dan dirusak massa.

Di Jakarta dan NTT masing-masing ada tiga pos polisi dibakar dan dirusak massa. Di Papua ada 2 kantor polisi dirusak. Di Gorontalo rumah kapolda dan kos-kosan polisi terbakar dilempar bom molotov.

Sedangkan di Bengkulu, Jabar, Jogja, NTB, dan Jambi masing-masing satu fasilitas Polri dibakar dan dirusak massa.

Dari catatan IPW, peristiwa terparah terjadi pada 28 Mei 2015. Saat itu Polres Bima Kota, NTB dirusak puluhan anggota Brimob. Diduga aksi perusakan ini akibat razia yang dilangsungkan polisi lalulintas.

Dalam razia itu, motor milik salah satu anggota Brimob yang dikendarai oleh keluarganya ditilang polisi, karena tidak menggunakan helm dan tidak membawa kelengkapan surat kendaraan.

Massa Brimob lalu merusak polres dankantor Satuan Lantas di Gunung Dua Bima. Serangan itu membuat tujuh polisi luka robek di kepala, bibir, dan bagian tubuh lainnya.

“Kasus ini menunjukkan bahwa bukan hanya warga yang terlalu gampang emosional melihat sikap dan prilaku aparat Polri di lapangan. Sesama anggota Polri pun gampang tersulut emosinya hingga dengan gampang menyerbu kantor polisi, yang kemudian merusaknya,” kata Neta.

Di tahun 2015 setidaknya ada dua peristiwa anggota Brimob menyerbu kantor polisi dan satu peristiwa TNI merusak kantor polisi.

[sk]

  • Share