Opini  

Implikasi Politik dari Pencalonan Andika Perkasa menjadi Panglima TNI


Ditulis oleh: Irwan Musrianto (20103015)

Jenderal Andika Perkasa telah disetujui DPR RI sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Andika tinggal menunggu waktu dilantik secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

banner 336x280

Belakangan, namanya muncul sebagai nama baru calon presiden yang potensial oleh beberapa kalangan. Apalagi, Andika akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2022 di usia 58 tahun.

Masa jabatan Bapak Andika Perkasa dapat diperpanjang hingga tahun 2024. Tentu untuk yang menentukan apakah Bapak Andika Perkasa dapat melanjutkan jabatannya menjadi lebih dari satu tahun adalah kinerjanya sebagai Panglima TNI nantinya, dan apakah pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk memutuskan jabatan Panglima TNI melihat Bapak Andika Perkasa masih menjadi sosok terbaik dalam tubuh TNI untuk menjadi Panglima di TNI.


Fokus terhadap kinerja Bapak Andika Perkasa sebagai Panglima TNI tentu bukan merupakan pemikiran tidak berdasar, karena jabatan Panglima TNI memiliki segudang implikasi politik yang melekat erat pada jabatan itu sendiri.

Karena, sebagai perwira tertinggi dalam salah satu lembaga paling berpengaruh di sistem pemerintah Indonesia, jabatan Panglima TNI memiliki sebuah keterkaitan yang erat dengan pengaruhnya terhadap dunia politik Indonesia.

Namun, tentu saja implikasi politik hanya akan menjadi faktor penting terhadap proses politik dan demokrasi jika sosok yang memegang jabatan Panglima TNI itu sendiri memiliki peran pro aktif dalam menyuarakan pendapatnya mengenai politik atau ikut campur dalam kegiatan politik lainnya dalam kapasitas sosok itu sendiri sebagai Panglima TNI baik dalam wawancara ataupun tindakan resmi.


Menurut saya, Bapak Andika Perkasa memiliki potensi untuk menjadi Panglima TNI yang memiliki peran dalam dunia politik Indonesia nantinya, terutama pada ajang Pemilihan Presiden pada tahun 2024 kelak. Peran ini, saya kira tidak akan berada dalam bentuk dukungan secara formal, akan tetapi dalam bentuk pencalonan Bapak Andika Perkasa nantinya sebagai Calon Wakil Presiden ataupun sebagai Calon Presiden.

Hal ini didasari oleh kuatnya pengaruh jabatan Panglima TNI dalam eksposure terhadap khalayak masa, jika Bapak Andika Perkasa berhasil melakukan pekerjaan yang baik dalam masa jabatannya sebagai Panglima TNI, penglihatan masyarakat terhadap dirinya pasti akan berubah menjadi suatu kepercayaan dan harapan politik yang dapat digunakan untuk mendorong sosok Bapak Andika Perkasa itu sendiri dalam peran aktif dan sentral pada dunia politik nantinya.


Implikasi politik yang melekat pada jabatan Panglima TNI yang akan diduduki oleh Bapak Andika Perkasa membuat saya bertanya apakah ia akan menggunakan jabatan tersebut untuk mendorong dirinya kedalam sentral dunia politik.

Pertanyaan ini sepertinya tidak akan dijawab secara langsung oleh Bapak Andika Perkasa, namun terdapat beberapa implikasi politik penting yang dapat menjadi indikator saat Bapak Andika Perkasa resmi menjabat nanti tentang apakah ia akan memanfaatkan kekuatan politiknya.

Jika Bapak Andika Perkasa ingin menggunakan jabatan Panglima TNI sebagai batu loncatan ke dalam dunia politik, ia harus menjadi tokoh nasional yang menonjol baik dalam hasil kinerjanya maupun dalam eksposur serta perhatian yang diberikan kepadanya oleh Media dan Masyarakat.

Kedua hal ini dapat dilakukan secara bersamaan oleh Bapak Andika Perkasa dengan bekerja secara baik, karena meningkatkan profesionalisme pasukannya, juga dapat mendekatkan TNI dengan rakyat dan dengan moto ‘TNI adalah Kita’, Bapak Andika Perkasa dapat mendapatkan kepercayaan dari rakyat Indonesia, yang masih banyak memiliki sebuah penghormatan lebih terhadap kalangan militer TNI.

Meski namanya belum muncul dalam hasil survei, saya yakin dalam satu tahun situasinya akan berbeda. Baik secara aktif mempromosikan dirinya sebagai tokoh politik, atau membiarkan kinerjanya untuk diketahui oleh publik, Bapak Andika Perkasa memiliki pilihan yang krusial sebagai calon terkuat jabatan Panglima TNI, terutama di masa dimana dunia politik Indonesia berada pada pertengahan jalan mengingat bahwa Presiden Joko Widodo sedang memasuki periode terakhirnya sebagai Presiden.

Menurut saya pribadi, terlepas dari godaan yang lahir dari implikasi politik yang melekat pada jabatan TNI, Bapak Andika Perkasa tidak akan memainkan peran aktif dalam dunia Politik, secara personal saya memperkirakan bahwa Bapak Andika Perkasa akan menjadi Panglima TNI yang berada dalam jalurnya sendiri untuk mengurus Militer, dan tidak secara aktif memberikan sanggahan kepada dunia politik.

Comment