TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Tanjungpinang Sabtu (20/9) silam menyisakan bekas genangan air dibeberapa wilayah di Kota Tanjungpinang akibat tidak tertampungnya debit air yang meningkat, khususnya parit disekitar lokasi pemukiman warga.
Beberapa titik banjir besar yang masih menjadi fokus penanganan oleh pemerintah adalah di Jalan Pasopati , Jalan Pemuda, Kampung Kolam, serta Sulaiman Abdullah.
Mengantisipasi turunnya hujan dalam waktu dekat, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH bersama dinas terkait meninjau lokasi rawan banjir besar, salah satunya di Sulaiman Abdullah, Sabtu (27/9).
Blusukan ke lokasi rawan banjir sendiri sudah dilakukan Lis sejak sehari sebelumnya dengan meninjau lokasi di Jalan Pasopati KM 12 arah Tanjunguban dan belakang mall Ramayana. Untuk penanganan banjir di Jalan Pasopati sendiri, dikatakan Lis, memang sedang dikerjakan tahun ini.
Butuh dukungan semua pihak dalam penanganan masalah banjir ini. Pemerintah sendiri sudah menganggarkan Rp 10 Milayar lebih untuk membenahi drainase dalam penanganan masalah banjir ini.
“Partisipasi masyarakat agar sadar lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga adalah hal yang paling utama,” kata Lis.
Salah satu hal yang harus dibenahi adalah mengenai pembebasan lahan untuk drainase. Itulah sebabnya Lis sangat membutuhkan dukungan semua pihak menyangkut masalah penanganan banjir, terlebih masalah lahan.
“Angka Rp 10 Milyar tersebut tentunya belum cukup, makanya kita juga perlu bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tegas Lis. Salah satu lokasi yang butuh pembebasan lahan adalah pembenahan drainase di belakang SMPN 6 untuk mengatasi banjir di Jalan Pemuda.
“Tahun 2015 kita mulai fokus pembenahan pembangunan drainase di Sulaiman Abdullah, Jalan Pemuda, dan Suka Berenang,” aku Lis.
Pembenahan daerah rawan banjir khususnya di Jalan Pemuda, menurut Lis, dilakukan secara parsial dan simultan. “Kita benahi drainase disini (belakang SMPN 6), ada sekitakar 4 Ha lahan yang akan kita bebaskan. Akan kita bangun seperti kanal di belakang SMPN 6 nanti,” papar Lis.
Lebih lanjut diungkapkan Lis, kedepannya pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan yang dilakukan di Kota Tanjungpinang.
“Hal ini untuk mengantisipasi adanya pengrusakan lingkungan baik secara sengaja ataupun tidak sengaja yang bisa menyebabkan bencana banjir,” tutupnya.
[sk]







Comment