Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Mantan Ketua PN Tanjungpinang Membantah Menampar Siswi SMP

390
×

Mantan Ketua PN Tanjungpinang Membantah Menampar Siswi SMP

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Ia Mengaku Hanya Menyentuh Bibir Karena kesal Pertanyaannya Tidak Dijawab

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pengacara sekaligus mantan ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, ED membantah dirinya dikatakan telah menampar seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum lama ini.

Bahkan ED sangat kaget adanya pemberitaan dirinya dibeberapa media telah menyatakan demikian. Bahkan SuaraKepri.com juga telah lebih dahulu memberitakan pengacara tersebut pada pemberitaan sebelumnya.

Bahkan ED juga telah dilaporkan oleh orang tua korban, Putri ke pihak kepolisian pada tanggal 20 Oktober yang lalu.

ED berkilah bahwa dirinya kesal karena telah mendengar korban acap kali berbuat mesum di gang dekat rumahnya. Dan saat itu hanya menyentuh bagian mulut anak itu dengan tangannya karena kesal jawaban yang diberikan korban tidak dijawab.

Bukan telah menampar pipi sang bocah berdasarkan isi berita yang beredar. Bahkan ED sempat mencontohkan kepada salah satu wartawan pada hari Senin (27/10) yang bertemu di kantornya di Pamedan, samping Bidan Muhibah.

“Itu tidak benar, saya tidak menampar dia tetapi hanya menyentuh mulut dia dengan tangan saya. Karena dia tidak mau menjawab apa yang saya tanyakan,” ungkap ED.

Kekesalan ED sendiri telah menumpuk selama seminggu lamanya ketika mendengar si Korban diduga sering berbuat mesum saat bertemu temanya tidak jauh dari rumah ED dan ZN kerbat ED.

Bahkan korban memarkirkan motornya di rumah ZN, di Jalan Engku Putri, Lorong Cendana. Dan di gang yang gelap itu korban bersama teman prianya, Br diduga berpelukan dan berbuat tidak senonoh.

“Perbuatan mereka telah meresakan warga. Beberapa malam dan subuh, warga sering memergoki keduanya sedang berduaan di tempat dan gelap. Mereka juga didapati melakukan hal-hal yang tidak sopan,” aku ED.

Dan pada tanggal 19 Oktober 2014 itulah dugaan penganiayaan terjadi saat ED dan temannya ZN mengintrogasi korban.

“Saya sangat kesal, pertanyaan saya tidak dijawabnya. Saya tanya siapa orang tuanya juga dia hanya diam saja. Makanya saya sentuh mulut dia dengan tangan. Kalau saya tanya dia jawab, untuk apa saya tonjok dia,” alasan ED.

Ed pun mengaku sempat menelepon Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang. Kepada Dadang dia menyampaikan kelakuan kedua pelajar tersebut dan meminta untuk dibina lebih lanjut melalui sekolah dari mana keduanya mengenyam pendidikan.

“Sebenarnya persoalannya bukan pada motornya tersebut. Tetapi dikarenakan perbuatan mesum dari anak itu dan temannya,” ungkap ED dengan kesal.

[sk]

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat