Informasi dihimpun Bintanews, korban berenang di tempat galian bersama adiknya tanpa disadari kedua orangtua. Mereka saat itu mengikuti bapaknya, Muhammad Nurlizan yang sedang bekerja sebagai penambang pasir di Galangbatang.
Orangtua korban baru menyadari setelah anaknya tenggelam di tempat galian tersebut. Adik korban sempat meminta pertolongan dan menjerit kala melihat kakaknya itu tenggalam.
Mendengar teriakan histeris dari adik korban, Muhammad Nurlizan, tak lama langsung menuju ke tempat anaknya berenang. Nurlizan langsung menyelam mengambil tubuh anaknya yang sudah tengelam.
Tak lama korban dan adik korban langsung dilarikan ke Puskesmas Gunung Kijang. Pihak Puskesmas sempat memberikan pertolongan dengan bantuan napas. Namun nyawa Fitri tak tertolong. Ia diduga sudah meninggal sebelum tiba di Puskesmas.
Kepala Puskesmas Gunung Kijang, Bambang, ketika dikonfrimsi mengaku korban sudah tidak bernapas setelah tiba di Puskesmas, meski sudah diberi alat bantu pernapas.
“Kondisinya sudah meninggal tiba di puskesmas, lakukan bantuan napas sudah tidak ada lagi. Adiknya selamat,” kata Bambang. (BN)
[sk]

Comment