TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Tidak dipungkiri lagi, bahwa Bahasa Melayu Riau Lingga merupakan asal usul dari Bahasa Indonesia yang telah digunakan sebagai bahasa persatuan bangsa ini. Hal ini terlihat dalam Acara Konvensi Bahasa dan Budaya Melayu dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 6 Februari, di Gedung Daerah Tanjungpinang.
Acara Konvensi Bahasa ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kepri mewakili Gubernur Kepri, Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan Ketua PWI Pusat Margiono. Selain itu tampak utusan wartawan dari seluruh Indonesia yang datang khusus ke Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepri sebagai tuan rumah HPN 2015.
Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan bahwa banyak pertimbangan yang diambil panitia HPN untuk menyelenggarakan Konvensi Bahasa (Indonesia) di Kepri, khususnya Tanjungpinang dimana terletaknya Pulau Penyengat. “Pulau Penyengat merupakan bagian dari tanah melayu dan tanah melayu adalah tempat asal bahasa Melayu yang menjadi induk dari bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional,” ujarnya.
Kedua, bagi Manan, Pulau Penyengat merupakan tempat peristirahatan Raja Ali Haji, pahlawan Nasional, Raja dari tanah melayu.
“Ketiga, kehadiran Wartawan sebagai peserta konvensi ini diharapkan agar lebih menyadari dan memiliki keterikatan yang lebih kuat sebagai pengguna bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga bahasa Indonesia tidak sekedar sebagai lingua franca nusatara, tetapi juga sebagai sarana mempertinggi budaya, mempertinggi peradaban dan kemajuan di segala bidang kehidupan kita,” tegas Manan.
Selain itu lanjut Manan, ada pula kemungkinan sistem pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah disajikan kurang menarik bahkan dipandang sebagai satu kesulitan.
“Ada pemerintahan daerah yang mewajibkan semua pegawai bahkan semua orang di daerahnya, pada hari tertentu hanya menggunakan bahasa lokal. Kita harap, bahasa Indonesia tetap kita lestarikan dan digunakan sehari-hari sebagai bahasa pemersatu bangsa,” ungkapnya.
Hadir dalam pembawa acara Konvensi Bahasa ini yakni ketua PWI Provinsi Kepri Ramon Damora, serta para nara sumber seperti Hasan Alwi dari Linguis Dalam Bahasa, Dr Mukhlis Paeni dari Ketua Masyarakat Sejarahwan Indonesia dan Dekan FKIP Umrah Abdul Malik. Tema pun yang diambil dalam konvensi ini adalah Jejak Raja Ali Haji dan Bahasa Melayu dalam Bahasa Media yang dilaksanakan dalam sehari.
[sk]

Comment