LANTAI DAN DINDING RUMAH HAMPIR ROBOH
Fadilah saat mengusap air matanya dengan kondisi tangan yang sudah cacat.
LINGGA – Sangat miris sekali di zaman seperti ini masih saja ada warga masyarakat Kabupaten Lingga yang tidak dapat sentuhan dan bantuan oleh pemerintah.
Seperti Fadilan,salah satu warga yang berada di RT. 003, RW. 012, di Kampung Teluk Ru, Kecamatan Dabo Singkep, Jalan Tiram.
Apa tidak yang seharusnya rumah Fadilan yang berstatus Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini bisa juga merasakan bantuan.
Sejak adanya program bantuan RTLH, rumah Fadilan tidak tersentuh dan nihil mendapatkan bantuan tersentuh. Apalagi pria yang bekerja serabutan itu mengalami cacat pada tangan kirinya akibat kecelakaan kerja.
Seharusnya program itu dapat membantunya yang tidak mampu, malah sering sekali bantuan RTLH ini salah sasaran. Dan hanya para tetangga dan warga Lingga yang dapat dikatakan lebih mampu darinya merasakan bantuan tersebut.
Rumah Fadilan ini sangat mengkhawatirkan, pasalnya dinding-dinding rumah dindingnya habis di makan rayap, lantai rumahnya juga sebagian sudah tidak berlantai.
Dan atap rumahnya pun hanya beratap ijuk dan sudah banyak lubang-lubang, jika hujan skala kecil (gerimis) saja, rumah Fadilan mengalir air membasahi lantai dan barang lainnya karena bocor.
Fadilan (42 tahun) bekerja sebagai buruh lepas, sedangkan istrinya Pouziah (35) hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Sudah 14 tahun tangan sebelah kiri Fadilan tidak bisa bergerak bebas seperti tangan sebelah kanannya, sebab kecelakan saat bekerja dulu.
“Kami berharap agar rumah kami ini bisa dibantu, soalnya papan-papan rumah kami ini sudah pada keropos dimakan rayap. Kadang saya dapat kayu broti di tempat kerja, saya bawa pulang untuk menutupi tiang-tiang yang sudah habis dimakan rayap,” terang Fadilan kepada suarakepri pada hari Selasa,(14/2).
Walau begitu Fadilan dengan kondisi yang terbatas dan dengan dana yang sedikit, Fadilan bisa sedikit demi sedikit merehap bagian dapur rumahnya.
“Saya buat dapur ini pak dengan uang seadanya, pasir pun saya nggak beli. Batu bata saya buat sendiri, mengunakan cetakan dari kayu,” ungkapnya.
Seharus nya pemerintah bisa lebih memperhatikan masyarakatnya, jangan ada lagi bantuan yang salah sasaran. Meski seperti itu, ia memiliki prinsip dan tidak menunjukan rasa putus asa.
“Buatlah yang terbaik, maka hidupmu senantiasa akan bahagia,” ujarnya.
Sebenarnya rumah Fadilan pernah didatangi tim bantuan RTLH, tetapi bantuan itu tak kunjung datang.
“Dulu ada pak yang foto-foto rumah saya, tapi saya suruh naik ke rumah mereka nggak mau, padahal saya mau nunjukan lantai rumah saya yang sudah belubang,” paparnya.
Dengan kondisi seperti ini dengan air mata yang keluar, Fadilan berharap agar rumahnya mendapatkan bantuan, dari pemerintah, jika di biarkan, rumah Fadilan pasti roboh.
“Saya hanya berharap itu aja pak, tolonglah liat kondisi dalam rumah saya, jangan hanya liat dari luar rumah saja, kalau mau tahu lagi gimana kondisi rumah saya, langsung naik saja kerumah, nanti saya tunjukan bagian mana-mana yang rusak,” ungkapnya.(Ryan)




Comment