Promo FBS
FBS Reliable Broker
Opini

Responsif Perilaku Kenalakan Remaja terhadap seorang Pendidik (Guru)

784
×

Responsif Perilaku Kenalakan Remaja terhadap seorang Pendidik (Guru)

Sebarkan artikel ini

Penulis: Indah Purmasari, S.Pd (Pendidik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Husniyah education)
Alumni HMI Cabang Yogyakarta
(Ketua Umum BPL HMI Cabang Yogyakarta 2015-2016)

Menurut Sumiati (2009) mendefinisikan kenalakan remaja yaitu suatu perilaku yang dilakukan oleh remaja dengan mengabaikan nilai-nilai perilaku sosial dan norma-norma hokum yang berlaku di masyarakat. Sejalan dengan definisi tersebut, pendapat penulis kenalakan remaja merupakan salah satu perilaku sosial yang bertentangan dengan etika-etika sosial dan agama baik itu di lingkungan masyarakat, keluarga dan sekolah. Perilaku penyimpangan seperti kenalakan remaja dapat merugikan diri sendiri dan juga orang sekitar.

Karakteristik kenalakan remaja yang terjadi pada umumnya yaitu karakteristik individual pada diri seorang remaja tersebut. Misalnya, karakteristik perilaku remaja yang menyimpang yaitu kurangnya kontrol emosi terhadap diri sendiri, sikap orang tua terhadap anak yang sesukanya, remaja yang suka bersenang-senang (havefun), remaja yang kurang bersosialisasi di lingkungan masyarakat dan remaja yang melakukan tindakan semena-semena tanpa memikirkan efek kedepannya dan masih banyak lagi fenomena yang terjadi di masyarakat.

Menurut Undang-Undang Kesejahteraan Anak, pengertian remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. Menurut pendapat penulis, pengertian remaja yaitu seorang anak yang memasuki pada masa “pubertas” dan sedang mencari jati diri atau identitas dirinya dan berada pada masa pancaroba dari anak-anak menuju dewasa.

Kategori usia remaja menurut Kartono dalam bukunya dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

(1) Remaja awal berusia (12-15 tahun), (2) remaja pertengahan (15-18 tahun) dan (3) remaja akhir (18-21 tahun).

Dari kedua pengertian diatas, masa remaja adalah seorang individu yang sedang mengalami masa pubertas dan sedang mencari jati dirinya menuju ke dewasa.
Dalam tulisan ini, penulis lebih memfokuskan pada remaja berumur 15-18 tahun.

Tindakan menyimpang paling sering dilakukan oleh remaja SMP. Baik itu di Tanjungpinang sendiri maupun di daerah luar. Penyebabnya karena masa-masa SMP ini butuh pendampingan yang cukup ekstra kuat.

Posisi psikologis anak juga masih labil dan masih mencari identitas serta jati dirinya. Disinilah peran keluarga yang memiliki kendali sangat penting, terutama peran seorang Ibu.

Misalnya, seminggu yang lalu sempat terjadi video viral dimedia sosial tindakan perilaku yang menyimpang dilakukan oleh seorang siswa SMP terhadap gurunya di kabupaten Gresik karena ditegur agar tidak merokok di kelas saat jam pelajaran.

Oleh karena tidak terima di tegur gurunya yang merupakan walikelas, anak tersebut melawan dengan menantang gurunya dengan memegang kerah baju.

Akan tetapi, sikap bijaksana seorang Guru tersebut tidak marah dan tidak memberikan perilaku perlawan dengan alasan wajar perilaku anak anak. Padahal tindakan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan perilaku kriminal. Kenalakan remaja yang lebih cendrung kearah kriminal biasanya disebabkan oleh anak meniru segala kejadian yang ada di rumah. Didikan di rumah terbiasa dengan hal-hal kekerasan dan anak cendrung mudah meniru perilaku kedua orang tuanya.

Mengapa terjadi tindakan menyimpang tersebut? Menurut pendapat penulis, kenalakan remaja terjadi disebabkan oleh adanya gangguan psiologis yang ada pada diri remaja. Adanya tekanan batin, kondisi dilingkungan keluarga yang tidak harmonis serta kurangnya pendidikan agama yang diberikan oleh kedua orang tua terhadap anaknya.

Sehingga, efek dari kurangnya komunikasi dilingkungan keluarga menyebabkan anak kurang terarah dan lebih mengekspresikan dirinya pada perilaku menyimpang. Umumnya remaja yang nakal dari kalangan menengah yang kedua orang tuanya sibuk bekerja diluar dan kurang fokus dalam mendidik anak. Padahal pendidikan karakter terbaik dimulai dari lingkungan keluarga baru hasilnya ke masyarakat.

Peran Orang Tua dan Guru dalam mengatasi permasalahan kenalakan remaja yaitu

Peran orang tua di lingkungan keluarga
Memberikan komunikasi aktif dan efektif bersama anak sejak dini kepada anak.
Memberikan pemahaman dan bekal pendidikan agama dan moral kepada anak. Menjadi panutan dan suri tauladan bagi anak di rumah.

Menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik orang tua dan guru
Peran Guru
Menjadikan siswa sebagai teman agar lebih mudah dalam komunikasi
Memberikan kesempatan kepada siswa dalam pengembangan diri misalnya siswa diarahkan agar aktif dalam ekstrakurikuler di sekolah
Menciptakan kondisi nyaman di sekolah dengan cara memberikan pendidikan karakter
Peran guru tidak boleh terlalu menghakimi siswa disaat melakukan kesalahan

Simpulan dari penjelasan diatas yaitu merespon tindakan perilaku kenakalan remaja yang menyimpang dan terjadi pada dunia pendidikan yaitu seorang pendidik juga wajib mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah, terutama terkait masalah Hak Asasi Manusia sebagai seorang guru saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Peran guru tidaknya sekedar mengajar dan menyampaikan materi di sekolah, akan tetapi fokus kepada mendidik karakter anak dari yang tidak baik menjadi baik juga ada di pundak guru. Sinergisitas antara peran orang tua dan guru juga harus lebih di tingkatkan, mendidik anak zaman sekarang dengan mendidik remaja dulu juga sangat berbeda pola dan mekanismenya. Ketika tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua dan guru, maka disinilah terkadang guru sering dilaporkan karena jika berkaitan dengan fisik terkadang orang tua juga sulit menerima. Mereka hanya mengetahui anaknya diantar kesekolah dan di lepaskan kepada guru. Keterbatasan waktu juga membuat guru terkadang tidak maksimal untuk terlalu fokus dalam mendidik. Perhatian dan peran orangtua sangat penting.
Peran dari pemerintah setempat juga harus saling bekerjasama dalam menciptakan dunia pendidikan yang sangat kondusif. Perubahan kurikulum 2013 lebih ditekankan kepada pendidikan karakter idealnya sangat bagus, namun tidak setiap sekolah yang menerapkannya. Oleh karena itu untuk menjadikan wajah pendidikan ini tidak cendurung terkontaminasi dengan “cerminan penjajahan” maka perlahan harus lebih ditekankan kepada pembenahan karakter. Merujuk kepada konsep pendidikan KI HAJAR DEWANTARA mengenai pendidikan “pendidikan yang cocok diterapkan untuk bangsa Indonesia yaitu tanpa paksaan serta memanusiakan manusia”. Dengan semboyan “Ing ngarsa sung tolodo, ing madyo mangun karso “ Tut Wuri Handayani”. Dengan demikian, harapannya agar kejadian pemukulan yang dilakukan oleh murid terhadap gurunya cukup kemarin yang terakhir kalinya. Semoga kedepannya dengan saling bersinergi antara peran orang tua dan guru serta pemerintah setempat bias terwujudnya pola asa asuh asih yang lebih efektif. Guna terwujudnya pendidikan karakter yang produktif. “Selamatkan karakter generasi bangsa”

Comment

Mengulas PG Soft Mahjong Ways melalui Dinamika Sistem dan Respons Pengguna Game Online
Kasino Online dan Teknologi Cerdas Makin Terhubung dengan Pola Live Server Modern
Eksperimen Statistik Menyoroti Strategi Bertahap untuk Membaca Konsistensi Pola Bermain
Saat Resesi Global Diprediksi Memuncak, Whale Disebut Melirik Roulette Volatilitas Rendah Microgaming
Penggunaan Statistik Menjadi Fondasi Baru untuk Keputusan Parlay yang Lebih Rasional
Teknologi Adaptif Modern Membentuk Ulang Pola Digital Komunitas Game Online Indonesia
Integrasi Big Data Modern Membuat Infrastruktur Analitik PG Soft Semakin Optimal
Teori Neural Pattern Mutation Membahas Perkembangan Tempo pada Jalur Interaktif Berlapis
Scatter Hitam Bonanza Gold Jadi Manuver Baru yang Menarik Perhatian Pemain Digital
Menelaah Terobosan Pola Interaktif Digital dan Teknologi Prediktif PGSoft Masa Kini
Kajian Komputasional Variansi dan Konsistensi RTP dalam Simulasi Permainan Digital
Dinamika Algoritma serta Distribusi Statistik pada Permainan Digital Bertema Strategis
Eksplorasi Probabilitas dan Ragam Hasil dalam Algoritma Permainan Berbasis RTP
Analisis Statistik Variansi Hasil pada Model Permainan Digital dengan RTP Fluktuatif
Pengembangan Model Data untuk Menilai RTP dalam Lingkungan Permainan Interaktif
Analisis Model Probabilitas Dinamis terhadap Perubahan RTP pada Sistem Digital, Teknologi AI dan Rekapan Data
Dinamika Distribusi Data Mahjongways dan Peluang pada Mekanisme Permainan Game Digital Modern
Evaluasi Algoritma Perhitungan RTP Mahjongways Game Online melalui Pendekatan Statistik Multivariabel Terkini
Dampak Variansi Statistik terhadap Pola Hasil dalam Simulasi Permainan Mahjong Ways 2 Digital
Analisis Statistik Komputasional tentang Distribusi RTP pada Mekanisme Permainan Mahjong Wins 3 Digital
Kajian Probabilitas RTP Dinamis pada Sistem Permainan Digital Berbasis Algoritma Adaptif
Evaluasi Sebaran Probabilitas Menggunakan Data Simulasi dalam Sistem Permainan Digital
Pendekatan Statistik Eksperimental untuk Mengkaji Variasi Hasil Permainan Digital
Struktur Probabilitas dan Statistik pada Mekanisme Permainan Digital Berbasis Sistem
Model Analitis Perubahan Peluang pada Sistem Permainan Digital Berbasis Data
Analisis Sistem Algoritmik terhadap Pola Data Hasil Permainan Digital Berkala
Daftar Kajian Data Empiris tentang Dinamika Sistem Acak Mahjongways dalam Permainan Game Digital
Studi Probabilitas Terapan pada Pola Data Hasil Main dalam Sistem RTP Game Online Modern
Model Prediktif Statistik untuk Memahami Dinamika Permainan Mahjong Ways 2 Digital Berbasis Acak
Official Interpretasi Data Probabilitas pada Sistem Permainan Mahjong Wins 3 Digital dengan Mekanisme Acak
Analisis RTP Live Terbaru Membantu Merancang Pendekatan yang Lebih Teliti dan Objektif
Riset RTP Berbasis Data Membantu Mengenali Faktor yang Mendukung Efektivitas Aktivitas
Observasi Perubahan RTP Membantu Mengenali Tren yang Berpotensi Menjaga Konsistensi Hasil
Pembacaan Grafik Performa Permainan Membantu Menemukan Tren RTP Tersembunyi yang Cukup Signifikan
Analisis Spin Pembuka Kian Disorot untuk Membaca RTP Mahjongways Modern Menuju Rp28 Juta
Efisiensi Strategi Adaptif dalam Mengatur Variasi Performa Game Digital Stabil untuk Jangka Menengah
Transformasi Studi Membantu Putaran: Membaca Momentum Gameplay Modern yang Lebih Efisien dan Konsisten
Pendekatan Berbasis Data Dipakai untuk Membaca Timing yang Mendukung Akurasi Strategi Game AI Real-Time
Riset Kajian Scatter Dinilai Lebih Efektif Ketika Pemain Memahami Batas Putaran Wajar
Statistik Metode Terukur untuk Membantu Meningkatkan Efektivitas Hasil dalam Jangka Pendek
Naiknya Konsumsi Video Pendek Nasional Ikut Mendorong Popularitas Candy Burst Pragmatic Play
Pergeseran Hiburan Generasi Muda Indonesia Membuat Starlight Princess Pragmatic Play Semakin Populer
Survei Internet Indonesia 2026: Treasure of Aztec Pragmatic Play Masuk Daftar Game yang Banyak Dicari
Data Konten Digital Terbaru Menunjukkan Minat pada Gates of Gatotkaca Pragmatic Play Terus Naik
Jelang Musim Liburan Nasional, Sweet Bonanza Pragmatic Play Jadi Game Online yang Banyak Dicari
Di Tengah Ramainya Isu AI dan Teknologi, Roulette Live Evolution Gaming Tetap Punya Penggemar Setia
Kajian Perilaku Internet Indonesia Menyoroti Antusiasme Pengguna terhadap Sic Bo Live Evolution Gaming
Aktivitas Platform Hiburan Digital Nasional yang Meningkat Membuat Fortune Mouse PG Soft Jadi Topik Populer
Perubahan Gaya Hiburan Perkotaan Indonesia Membuat Dreams of Macau PG Soft Kembali Ramai Dibahas
Transformasi Game Indonesia Membuka Peluang Baru bagi Penggemar Dragon Hatch PG Soft