Promo FBS
FBS Reliable Broker
Batam

Jangan Latah Atau Lebai, Tapi Harus Waspada Terhadap Virus Corona

426
×

Jangan Latah Atau Lebai, Tapi Harus Waspada Terhadap Virus Corona

Sebarkan artikel ini

Batam – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi meminta agar tidak panik, latah ataupun lebai terhadap adanya virus Corona asal Negara Cina. Mereka minta secara tegas agar selalu waspada agar virus tersebut tidak masuk dan menyebar di Provinsi Kepri.

Adanya Turis asal negeri Cina yang mengalami demam dan batuk akan diwaspadai secara langsung. Hal ini dikarenakan Kepri, khususnya Tanjungpinang, Batam, serta Karimun termasuk dalam daftar pintu masuk turis asal negeri ginseng tersebut yang kini diwabahi penyakit virus Corona yang dinilai cukup mematikan.

Tim Surveilance Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau telah menangani isu merebaknya virus corona asal Wuhan, Cina atau lebih dikenal dengan nama 2019 nCov sejak awal kasus ini merebak.

Hal ini dinyatakan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Irmansyah melalui Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi, dr. Indrike Caesaria dalam pemaparan di acara Advokasi dan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Penanggulangan 2019 nCov di Rumah Sakit awal Bros Batam, Selasa (28/01).

Menurut dr. Indrike, Tim Surveilance telah hadir langsung di lapangan dalam memberikan pendampingan dan kewaspadaan dini di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Salah satu contohnya adalah penanganan wisatawan asing asal China yang mengalami gejala demam dan batuk pilek saat berwisata di Bintan.

“Wisatawan asing ini diduga demam sehingga perlu pemeriksaan lanjutan, dimana 2 orang diperiksa di RSUD Bintan Kijang, 2 orang diperiksa di RSUD Engku Daud Tanjung Uban dan 1 orang diperiksa di RSUP Ahmad Tabib. Kesemuanya negatif,” terang dr. Indrike.

Indrike menegaskan adanya kehadiran langsung Tim surveilance dalam proses penanganan tiap wisatawan asing yang diduga mengalami gejala demam dan batuk pilek di wilayah Kepulauan Riau.

“Kemaren itu kita mendampingi penanganan 2019 nCov berdasarkan pedoman penanggulangan penyakit saluran napas pada kasus MersCov dan SARS. Sementara pedoman menangani 2019 nCov belum tersedia,” tegasnya Indrike.

Indrike juga menjelaskan bahwa Pedoman Penanggulangan 2019 nCov baru tersedia sehingga langsung diadakan acara Advokasi dan Sosialisasi di RS Awal Bros Batam.

“Kita berharap masyarakat tenang dan waspada. Jangan Panik. Dinas Kesehatan telah bekerja, tanpa liputan untuk menjaga kondisivitas masyarakat. Namun seluruh progress kerja akan diberi update ke masyarakat melalui saluran resmi,” kata Indrike.

Indrike berharap masyarakat selalu waspada dan yang utama tidak panik menghadapi merebaknya 2019nCov. Seluruh stakeholder yang bertugas menangani telah berkumpul dan berkoordinasi dalam Tim Gerak Cepat dimana Tim Surveilance Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menjadi intinya.

“Jangan latah dan panik apalagi Lebai. Itu hanya akan memperparah situasi, padahal sebenarnya tidak terjadi apa apa,” saran Indrike lebih lanjut.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat