Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Isu Pasien Ditelantarkan di RSUD Provinsi, Inilah Klarifikasinya

704
×

Isu Pasien Ditelantarkan di RSUD Provinsi, Inilah Klarifikasinya

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, suarakepri.com – Sebelumnya beredar isu di media sosial WA (WhatsApp) bahwasanya pihak RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Raja Ahmad Tabib telah menelantarkan seorang pasien kecelakaan, Selasa (30/03).

Diketahui postingan tersebut beredar melalui story WA (WhatsApp) milik Denny Kurniawan R, dimana dalam statusnya menampilkan sebuah gambar dan menuliskan kejadian yang dialami pasien.

Dalam postingannya disebutkan, pasien yang sedang mengalami kecelakaan dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib dimana kondisi pasien saat itu, tulang bagian rahang bawah pasien patah dan darah bercucuran.

Kemudian Denny menuliskan, For @RSUDRajaAhmadTabib dimana Denny mengatakan tidak ada pertolongan sama sekali terhadap orang miskin dan untuk dilihat juga tidak, malah disuruh membersihkan darahnya.

Denny menambahkan dengan mengungkapkan kekesalannya, dan mengatakan bahwa alasan tidak dilakukan pertolongan karena dokter saat itu sedang tidak berada ditempat.

“Saat kejadian pihak rumah sakit mengatakan dokter yang bertugas sedang tidak berada ditempat, anehnya jika ada masalah uang langsung pada ramai kayak pasar malam, sungguh miris, tidak berguna sumpahmu, hanya ucapan doang,” ujar Denny.

Berdasarkan informasi yang didapat, Bagian Informasi dan Pemasaran khususnya di Customer Care, Susanti menanggapi isu yang tengah beredar dimasyarakat.

Susanti mengungkapkan memang benar adanya pasien yang disebutkan mendatangi RSUD Raja Ahmad Tabib, namun disini informasi yang disampaikan oleh Denny tidak sepenuhnya benar.

Sebelumnya, Susanti menyebutkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pihak IGD dan akan menyesuaikan informasi dari keluarga pasien terkait kebenarannya.

“Pihak kami sudah mendapatkan informasi nya serta sudah menghubungi keluarga pasien, namun keluarga pasien masih berhalangan untuk hadir dan mengatakan akan segera mungkin menghubungi pihak kami jika sudah memiliki waktu,” paparnya.

Kemudian Susanti menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya dari ruang IGD, saat itu pasien datang pada siang hari pukul 10 pada hari Minggu dan pasien telah mendapatkan tindakan dan perawatan medis.

“Saat itu pasien datang pada pukul 10 dengan keluhan seperti yang disampaikan, kemudian pukul 3 siang pasien dibawa ke ruang Inap Anyelir untuk mendapatkan tindakan perawatan medis lebih lanjut,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan perawatan medis, kemudian pada malam harinya pasien meminta izin untuk dibawa pulang dengan alasan biaya pengobatan.

“Pada malamnya, pasien mencoba untuk dibawa pulang dengan alasan biaya pengobatan, namun pihak kami sudah menjelaskan dan memberikan edukasi bahwasanya biaya pengobatan dapat diberikan secara gratis oleh Jasaraharja, asalkan pihak keluarga mau mengurusnya,” katanya.

Awalnya keluarga pasien setuju mengurus Jasa Raharja, namun setelah pasien berada di ruang Rawat Inap keluarga pasien berubah pikiran dan memutuskan untuk pulang atas permintaan sendiri.

“Pihak RS tidak pernah menelantarkan pasien dan tidak pernah menyarankan pasien pulang sebelum selesai perawatan, karena pada dasarnya kami selalu melayani dan mengedepankan keselamatan pasien,” tutupnya.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat