Jakarta, suarakepri.com – Sebelumnya, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil, S.H., M.M. sempat protes soal dana bagi hasil (DBH) dan mempertanyakan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Lucky Alfirman, apakah di Kementerian Keuangan berisi kata yang dianggap tak pantas.
Hal ini dilontarkannya dengan nada penuh kekecewaan pada saat menghadiri agenda Rakornas dengan tema Optimalisasi Pendapatan Daerah di Menara Dang Merdu-Bank Riau Kepri pada hari Kamis, (08/12).
Atas pernyataan Bupati Kepulauan Meranti yang dinilai telah menjatuhkan nama baik pegawai di Kementerian Keuangan, Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo angkat bicara.
Yustinus menjelaskan akan menuntut Bupati Meranti untuk minta maaf usai menuding pegawai Kementerian Keuangan sebagai setan dan iblis.
Hal ini disampaikan melalui video yang diunggah di akun twitter pribadinya (@prastow) dan mengatakan bupati Meranti bersikap tidak adil.
“Kami keberatan dan menyayangkan perkataan Bupati Meranti saudara Muhammad Adil yang sungguh-sungguh tidak adil karena mengatakan pegawai Kemenkeu iblis atau setan, ini sungguh ngawur dan menyesatkan,” katanya dalam video itu, pada hari Minggu (11/12).
Ia menyebut bahwa seluruh pegawai Kemenkeu sudah bekerja menjalankan amanat Undang-undang terkait DBH. Terlebih data yang dipakai adalah resmi milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurutnya, DBH yang diberikan tidak hanya kepada daerah penghasil namun juga daerah sekitar. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemerataan kemajuan dan kemakmuran.
“Kementerian Keuangan juga sudah mengalokasikan pada 2022 ini transfer ke daerah dana desa sebesar Rp872 miliar atau 75 persen dari APBD Meranti, atau 4 kali lipat dari PAD Meranti sebesar Rp222 miliar,” papar Yustinus.
Untuk itu, ia mendesak agar Adil mencabut perkataannya yang menuding pegawai Kemenkeu sebagai iblis dan setan.
“Kepada saudara Muhammad Adil agar minta maaf secara terbuka dan mengklarifikasi agar tidak terjadi penyesatan publik yang lebih luas,” tegas Yustinus.




Comment