Jakarta, suarakepri.com – Viralnya video Bupati Meranti, H. Muhammad Adil, S.H., M.M. saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/12) telah menjadi perhatian publik.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Adil telah mengkritik Kementerian Keuangan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) minyak di wilayah yang dipimpinnya. Tak tanggung-tanggung, Adil bahkan menyinggung angkat angkat senjata jika pusat tidak ingin memperhatikan Meranti.
Terang saja. Aksinya ini mendapatkan sejumlah kritikan dari lingkungan Kementerian Keuangan, namun banyak mendapatkan dukungan dari pengguna media sosial.
Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Rocky Gerung dalam siaran YouTube miliknya @RockyGerungOfficial angkat suara, Senin (12/12).
Dalam siaran tersebut, ia mengakui telah berulang kali pergi kedaerah Riau dan melihat besarnya potensi sumber daya alam, dimana atas bawah tanahnya terdapat sumber uang. Namun, rakyatnya masih banyak yang miskin.
Sedangkan mengenai keluhan Bupati Meranti. Rocky menganggap hal tersebut merupakan suatu kewajaran, termasuk soal bersikap terkait ancaman memisahkan diri dari Indonesia.
Menurutnya, kemungkinan Bupati Meranti sudah merasakan ketidakadilan yang didapatkan dari pemerintah pusat terkait regulasi yang ada.
“Masuk akal kalau Bupati itu berang dan bahkan bersifat terlalu terang-terangan untuk mengancam. Jadi itu hal yang masuk akal bukan sekadar karena otonomi daerah, tetapi karena fakta ketidakadilan. Surplus di Riau disedot ke Pusat dan tidak kembali ke Riau. Itu akan menimbulkan kemarahan,” ujar Rocky
Ia juga memperingatkan kepada pemerintahan Jokowi terkait persoalan serius ini. Menurutnya, yang sedang terjadi saat ini bukan kemarahan politik tetapi sudah merambah menjadi kemarahan sosial dan ekonomi di mana jauh lebih berbahaya.
“Kalau kemarahan politik gampang tak ada soal 5 tahun sekali diperbaiki, ini kemarahan sosial dan ekonomi yang beranak pinak dan kita melihat pemerintah pusat tidak memerhatikan itu,” pungkas Rocky.




Comment