Bintan, suarakepri.com – Pertegas dalam pernyataan sikap yang telah dilayangkan sebelumnya terkait PP No 11 tahun 2023, Perkumpulan BATIN Kepri gerakkan massa dalam seruan aksi nyata perjuangkan kearifan lokal dan kesejahteraan Masyarakat Pesisir. Sabtu (05/08).
Seruan aksi digelar didepan kantor Pos Pengawasan PSDKP Provinsi Kepri di Pasar Barek Motor, Kabupaten Bintan yang terdiri dari perwakilan Masyarakat dan Nelayan Lokal yang merasa dirugikan atas terbitnya aturan tersebut.
Menurut keterangan koordinator lapangan aksi, Andi Rio Framantdha Alias Feri menerangkan bahwasanya sebelum melakukan aksi nyata ini sebelumnya sudah melakukan audiensi dengan DKP Provinsi Kepri, Menkopolhukam, Kementerian Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), KKP Pusat.
“Pemerintah pusat membuat aturan terkait PP Nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur Kesannya terburu buru dan dipaksakan,” ucap Feri selaku Koordinator Lapangan Pada Saat Orasi
Dalam kesempatannya, ia mengajak Pemerintah Pusat yang membuat kebijakan untuk turun bersama-sama agar dapat melihat sendiri kondisi laut di perairan Provinsi Kepri.
“Kalau bisa kami nanti ajak pimpinan pusat yang membuat kebijakan untuk memancing, kalau bisa 3 hari biar mereka tau kondisi ikan di laut Kepri dan biar mereka tau sejauh mana 12 mil tersebut,” tambah Feri.
Ditempat yang sama. Ketua Perkumpulan BATIN KEPRI, Said Afzaldy al Qudsy menerangkan bahwasanya dalam aksi ini tentunya lebih kepada memperjuangkan hak masyarakat Kepri untuk dapat memanfaatkan sumberdaya di laut semaksimal mungkin.
Selain itu, dengan memaksimalkan potensi di laut tentunya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat memberikan kesejahteraan bagi Masyarakat Kepri, terutama Masyarakat Pesisir.
Dalam hal ini, dirinya menjelaskan lebih kepada pemanfaatan dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal, yang mana dalam nilai sejarah Kepri tentunya diharapkan Pemerintah Pusat dapat menghormati nilai-nilai luhur secara turun temurun yang menjadi bagian kehidupan Masyarakat kepri.
“Bagi BATIN Kepri, gerakan pada hari ini baik sebelumnya maupun kedepannya tentulah tidak mudah. Yang pasti, kami akan terus berjuang demi masyarakat Kepri,” ujar Zaldy.
Selain itu, Suyanto atau yang kerap disapa Along Fiber selaku koordinator etnik Tionghoa di Batin KEPRI menerangkan, bahwasanya aksi yang dilakukan Perkumpulan BATIN Kepri perlu adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat Kepri.
Menurutnya. Aksi ini merupakan aksi yang pertama kali dilakukan oleh para Nelayan dan Masyarakat Pesisir di Bintan. Dirinya juga menerangkan bahwasanya gerakan ini harus tetap dilanjutkan sampai hak Masyarakat Pesisir dikembalikan seutuhnya.
“Seharusnya dengan permasalahan ini, seluruh elemen masyarakat Kepri dapat bersatu menyuarakan haknya. Sejahterakan dulu Masyarakat dan Nelayan Lokal, baru kita bisa bicara kerjasama dengan Nelayan dari luar daerah. Kami juga berharap agar pemerintah lebih memikirkan nasib para Nelayan Lokal,” tutup Along.
Penulis : Thafan Casper








Comment