Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Kepulauan Riau, Syaiful, mengkritisi pemberlakuan E-Ticketing di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) yang dilakukan uji coba. Kritik uji coba ini sempat membuat antrian yang membludak terhadap para penumpang yang ingin berangkat dari Tanjungpinang menuju Batam melalui SBP, pada hari Minggu (18/8).
Bagi Ketua MTI Provinsi Kepri, Syaiful, SE mengatakan bahwa penggunaan sistem E-Ticketing ini harusnya mempermudah para penumpang. Pemberlakuan E-Ticketing berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut No. 33 Tahun 2023 mengenai Implementasi E-Ticketing. Tetapi sejak uji coba, sistem ini masih memiliki hambatan dari masyarakat.
“Yang dimaksud itu (sistem E-Ticketing) adalah untuk mempermudah masyarakat untuk membeli tiket secara online, bisa lewat hp/android. Dengan sistem ini, memiliki kelebihan bagi masyarakat yang hendak berpergian tidak perlu lagi antri beli tiket di konter. Tinggal tunjukan barcode, bisa langsung masuk ke kapal,” ujar Syaiful.
Tetapi, sejak dilakukan uji coba di Pelabuhan SBP, Syaiful menjadi heran, sistem E-Ticketing ini malah mempersulit penumpang.
“Tentunya harapan kita, jika pihak Pelabuhan yakni Pelindo hendak menerbitkan sistem e-tiketing, tentunya memilih perusahaan aplikator yang siap menerapkan sistem tersebut. Jangan sampai katanya sistem, e-tiketing namun masyarakat masih juga membeli tiket secara manual seperti yang sudah diterapkan di Pelabuhan Telaga Punggur saat ini, itu sama saja pembodohan/pembohongan publik,” tegas Syaiful.

Salah satu penumpang, bernama Budi, berharap sistem E-Ticketing tidak diberlakukan terlebih dahulu, sampai sistem ini betul-betul siap.
“Kalau belum siap, nantinya jadi begini lagi, antrian panjang dan akan terjadi kekisruhan lagi,” ungkapnya.
Penulis : Zen
Editor : Thafan






Comment