BINTAN, SuaraKepri.com – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI Versi Bogor) Kabupaten Bintan, Kecamatan Bintan Pesisir, melontarkan kecaman keras terhadap aktivitas pengerukan laut atau pantai yang terjadi di sekitar Pulau Poto menggunakan alat berat jenis kobe.
David, Ketua HNSI setempat, menyampaikan kekecewaan dan keberatan pihaknya secara terbuka. Menurutnya, kegiatan pengerukan yang kini berlangsung di lapangan bertentangan langsung dengan hasil rapat serta pernyataan resmi humas perusahaan sebelumnya.
“Dalam rapat, pihak humas perusahaan menjamin tidak akan ada aktivitas pengerukan di laut. Namun kenyataannya, kegiatan itu saat ini sudah berjalan dan menimbulkan keresahan di kalangan nelayan,” ujar David, Minggu (17/5).
Janji Tak Sesuai Realitas
David menegaskan bahwa ketidaksesuaian antara komitmen lisan dan realitas di lapangan telah memicu rasa curiga serta kecemasan masyarakat pesisir. Aktivitas pengerukan yang memanfaatkan alat berat kobe dinilai berpotensi merusak ekosistem laut dan mengganggu jalur tangkapan ikan nelayan tradisional.
“Kami meminta pihak perusahaan untuk menjelaskan secara terbuka atau menghentikan aktivitas pengerukan tersebut. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman dan konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Tuntutan: Transparansi dan Hentikan Pengerukan
HNSI Bintan mendesak dua hal pokok:
1. Perusahaan wajib memberikan klarifikasi publik yang transparan terkait izin dan tujuan pengerukan.
2. Menghentikan seluruh aktivitas pengerukan hingga ada kejelasan yang memenuhi kesepakatan awal.
“Kami berharap seluruh pihak menghormati hasil kesepakatan rapat yang telah disepakati bersama. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan keberlangsungan hidup nelayan,” tambah David.
Pulau Poto yang berada di wilayah Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, merupakan kawasan yang dekat dengan permukiman dan area tangkap nelayan. Sebelumnya, rapat koordinasi yang melibatkan perwakilan perusahaan, pemerintah desa, dan HNSI menghasilkan komitmen bahwa tidak akan ada pengerukan laut. Kini, komitmen itu dipertanyakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan yang dimaksud belum memberikan tanggapan resmi. Namun, HNSI menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak segan mengambil langkah hukum jika kepentingan nelayan diabaikan.
Penutup
Pernyataan sikap ini disampaikan HNSI sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat nelayan dan kelestarian lingkungan laut pesisir Bintan. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di perairan sekitar.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini.







Comment