Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bintan

Dua Hari Bintan Gelap, Ketua DPRD Bintan Buka Suara soal Ketergantungan Listrik dari Batam

89
×

Dua Hari Bintan Gelap, Ketua DPRD Bintan Buka Suara soal Ketergantungan Listrik dari Batam

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti saat bertemu Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) PT PLN Batam, Rudi Antono, Rabu (14/10). /F: ist

Bintan, suarakepri.com – Usai bertemu dengan Sekretaris GM PLN, pasokan listrik di seluruh wilayah Kabupaten Bintan kini berangsur pulih. Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, memastikan listrik di wilayah Kecamatan Bintan Timur juga telah menyala seluruhnya, Rabu (14/10/2026), setelah masyarakat terdampak pemadaman berkepanjangan sejak Senin (12/10/2026).

“Alhamdulillah, Kijang sudah hidup semua,” ujar Fiven saat dikonfirmasi, Rabu, pukul 15.17 wib.

Tangkapan layar informasi mengenai penanganan listrik di wilayah Bintan Timur.

Di balik pulihnya pasokan listrik tersebut, Fiven menyoroti ketergantungan Bintan terhadap sistem kelistrikan Batam. Menurutnya, setelah jaringan listrik Batam–Bintan terhubung, pembangkit yang sebelumnya berada di Tanjung Uban dan Kijang dialihkan untuk memasok wilayah lain.

“Karena sudah ada konektivitas antara Batam dan Bintan, mesin-mesin pembangkit listrik yang di Uban dan Kijang dialihkan ke daerah lain,” jelasnya.

Kondisi ini membuat Bintan bergantung pada pasokan dari Batam ketika terjadi gangguan pada sistem utama. Berbeda dengan Tanjungpinang yang memiliki pembangkit listrik Air Raja, Bintan tidak lagi memiliki pembangkit sendiri yang dapat diandalkan untuk menopang kebutuhan listrik secara menyeluruh.

Fiven mengakui, selama bertahun-tahun sistem tersebut berjalan tanpa kendala berarti. Namun, blackout kali ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD terus mendesak PLN agar meningkatkan pemeliharaan dan pengamanan aset kelistrikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Hal yang bisa dilakukan adalah meminta PLN harus lebih baik dalam menjaga asetnya supaya tidak ada lagi gangguan,” tegasnya.

Fiven juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kijang yang harus menghadapi pemadaman berkepanjangan tanpa kepastian yang memadai. Ia memastikan pemerintah daerah dan DPRD terus mendorong PLN agar persoalan kelistrikan ditangani secara serius.

“Pemerintah dan DPRD terus mendesak untuk segera ditangani dengan serius permasalahan matinya lampu PLN,” ujarnya.

Meski listrik telah kembali menyala, dibeberapa tempat seperti diwilayah Kecamatan Toapaya sempat mati lampu kembali sekitar 30 menit usai pernyataan dari Ketua DPRD Bintan. Peristiwa ini menyisakan pekerjaan penting terkait keandalan pasokan energi di Bintan. Kepastian pasokan dan langkah antisipasi dari PLN menjadi hal yang dinantikan masyarakat agar pemadaman berkepanjangan tidak kembali terulang.

Comment