Promo FBS
FBS Reliable Broker
OlahragaSuara KepriTanjungpinang

Cabor Dayung Porprov Kepri VI Nyaris Ditiadakan, Digelar Mendadak Tanpa Anggaran Memadai

22
×

Cabor Dayung Porprov Kepri VI Nyaris Ditiadakan, Digelar Mendadak Tanpa Anggaran Memadai

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, suarakepri.com — Pelaksanaan cabang olahraga (cabor) dayung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI menyisakan persoalan serius di balik keberhasilannya. Cabor ini bahkan sempat nyaris ditiadakan akibat keterbatasan anggaran, sebelum akhirnya tetap dipaksakan jalan demi mengakomodasi atlet yang telah lama berlatih.

Ketua Pelaksana Cabor Dayung, Haryadi, mengungkapkan bahwa dinamika internal antara KONI dan pihak terkait membuat kepastian penyelenggaraan baru turun empat hari menjelang perlombaan (H-4).

“Persiapan kami sangat mendadak. Keputusan resmi baru turun H-4. Bahkan sejak awal, cabor ini sempat hampir ditiadakan karena keterbatasan anggaran. Namun, kami putuskan untuk tetap lanjut demi menghargai jerih payah para atlet yang sudah berlatih jauh-jauh hari,” kata Haryadi.

Ketiadaan dukungan anggaran yang memadai dari PB Porprov membuat operasional pertandingan pincang. Kebutuhan dasar seperti tenda, honor panitia, dan lainnya tidak terakomodasi sepenuhnya. Untuk menutupi kekurangan, panitia terpaksa mencari sponsor dan mengandalkan gotong royong secara mandiri.

Masalah kian bertambah dengan ketidakpastian venue pertandingan yang berpindah-pindah, mulai dari Sungai Carang, kawasan Tepi Laut, hingga akhirnya dipusatkan di Dompak. Perubahan lokasi ini menuntut panitia melakukan penyesuaian teknis dalam waktu singkat.

Di tengah persiapan darurat, faktor alam turut menguji kesiapan panitia. Penurunan debit air memaksa perubahan urutan pertandingan dari rencana awal 10 orang dengan jarak 500 meter, akhirnya diawali dengan pertandingan 10 orang dengan jarak 200 meter. Panitia juga terpaksa menunda jalannya perlombaan hingga sore hari, sekitar jam 4:30 wib demi aspek keselamatan atlet.

Penundaan tersebut mengakibatkan pelaksanaan pertandingan berlangsung hingga magrib, sehingga pihak panitia memberikan saran agar pertandingan ditunda. Namun hal ini memicu protes keras dari kontingen Kabupaten Kepulauan Anambas yang mendesak agar race terakhir tetap dilanjutkan, dan disetujui oleh para kontingen kabupaten/kota lainnya, yang disaksikan oleh perwakilan KONI, akhirnya selesai sekitar pukul 18:30 wib.

Persoalan fasilitas turut memperketat ruang gerak panitia. Permohonan pasokan air portable yang diajukan ke Pemko Tanjungpinang tidak terealisasi saat dibutuhkan.

Sebagai solusi darurat, panitia mengandalkan bantuan warga sekitar lokasi termasuk meminjam fasilitas air dan listrik dari rumah warga dan kediaman Wali Kota tanpa dipungut biaya, serta suplai tangki air untuk surau.

Kendati diwarnai berbagai kendala teknis dan non-teknis, Haryadi memastikan seluruh keputusan di lapangan diambil secara objektif dan disepakati bersama official kabupaten/kota serta disaksikan KONI Provinsi. Termasuk keputusan mendiskualifikasi tim Bintan karena keluar jalur, yang murni didasarkan pada penilaian wasit dan umpire.

Meski seluruh nomor perlombaan tuntas diselenggarakan, rangkaian Porprov Kepri VI cabor dayung meninggalkan catatan evaluasi penting terkait manajemen anggaran, kesiapan fasilitas, dan koordinasi agar masalah serupa tidak berulang di masa mendatang.

Comment