Bupati Bengkalis Ikuti Sosialisasi Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove di Pekanbaru

  • Share

PEKANBARU, SuaraKepri.com – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menjalin kerja sama dengan kabupaten Bengkalis dan Siak untuk melaksanakan restorasi gambut dan mangrove di masing-masing kawasan kabupaten Bengkalis dan Siak.

Bupati Bengkalis, Kasmarni menyambut baik kerja sama ini agar lebih maksimal menangani abrasi yang terjadi di Pulau Rupat dan Bengkalis.

banner 336x280

Hal itu sebagaimana disampaikan Bupati Kasmarni kala mengikuti sosialisasi restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di the premier hotel Pekanbaru Jumat, 23 April 2021.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis mendukung penuh restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di Negeri Junjungan.

Dengan MOU ini ada keterikatan pemerintah daerah Bengkalis dan pemerintah pusat dalam menangani abrasi terutama dengan penanaman mangrove di sekitar pulau Bengkalis dan Rupat.

Adapun sembilan provinsi itu adalah Sumatera Utara (Sumut), Bangka Belitung, Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kalut), Papua, dan Papua Barat.

Pada perinsipnya kami sangat mendukung restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove. Namun, dalam kesempatan tersebut Mantan Camat Pinggir ini meminta perhatian Pemprov terkait abrasi yang mana juga akan mempengaruhi dalam rehabilitasi mangrove.

“Kalau abrasi ini tidak di tangani saya rasa percuma saja kita membangun menanam mangrove ini. Karena ketika gelombang pantai menghantam otomatis yang kita tanam ini akan menghilang,” terang Kasmarni.

Lebih lanjut Kasmarni mengutarakan kebutuhan pemecah gelombang untuk mengatasi abrasi pantai yang sudah menggerus daratan agar upaya penanaman mangrove dapat maksimal.
Dan kami berharap mungkin kedepannya penanganan abrasi ini dengan membangun pemecah gelombang akan lebih efektif.

Sama halnya dengan mangrove, Pemkab Bengkalis juga siap bersinergi, mencapai tujuan restorasi gambut. Diungkapkan Bupati perempuan pertama di Riau ini, Bengkalis telah memikirkan pengganti tanaman yang cocok di daerah gambut.

“Masalah gambut kami juga sudah memikirkan penganti tanaman yang cocok di daerah gambut, seperti nanas. Kami juga mengedukasi masyarakat dengan tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan selain sawit. Dan keladi itu merupakan prioritas kami,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen Pemkab Bengkalis dan Siak dalam Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Bupati Kasmarni dan Bupati Siak Alfedri melakukan Memorandum of understanding (MoU) bersama Deputi Edukasi dan Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Myrna A Safitri.

MoU tersebut disaksikan Kepala BRGM Martono, Gubernur Riau Syamsuar dan Kepala Dinas LHK Riau Mamun Murod.

Untuk mendukung hal tersebut, Kasmarni juga menyebut akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun pemecah gelombang sehingga penanam mangrove dapat dilakukan.

Kita juga lakukan program pemecah gelombang. Kita sudah menyurati dinas PUPR agar mangrove yang ditanam tidak sia-sia. Karena gelombang dan angin dari Selat Malaka.

Kasmarni berharap hal ini menyelesaikan satu masalah sehingga proyeksi Rupat untuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dapat segera terwujud.

“Kami harap program ini sampai ke Rupat karena pulau Rupat termasuk ke KSPN,” tutup Kasmarni.

Kemudian turut hadir kesempatan tersebut Sekda Bengkalis Bustami HY, Plt AsistenI Bidang Pemerintahan Ismail, Kadis PMD Yuhelmi, Kepala Bappeda Hadi Prasetyo, Kadis Ketapang Imam Hakim, Kadis Kominfotik Johansyah Syafri, Kabbag Umum Setda Al-Fakhrurrazi dan Kabbag Prokopim Muhammad Fadli.

  • Share