Promo FBS
FBS Reliable Broker
AdvertorialBintan

Bupati Roby Kurniawan Raih Penghargaan Nasional Anugerah Cita Negeri Kompas TV

1518
×

Bupati Roby Kurniawan Raih Penghargaan Nasional Anugerah Cita Negeri Kompas TV

Sebarkan artikel ini
Bupati Roby meraih penghargaan kategori Cita Daerah Sehat dan Sejahtera, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin pada malam puncak Apresiasi Anugerah Cita Negeri, Senin (10/11) di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta. /F: ist

Bintan, suarakepri.com – Bupati Bintan Roby Kurniawan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Atas komitmen dan inovasinya dalam menghadirkan layanan kesehatan inklusif bagi masyarakat, Roby dianugerahi Anugerah Cita Negeri 2025 dari Kompas TV.

Roby Kurniawan saat memegang Penghargaan Nasional Anugerah Cita Negeri Kompas TV.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Roby dalam kategori Cita Daerah Sehat dan Sejahtera, bersama tiga kepala daerah lainnya yaitu Bupati Jember, Bupati Morowali, dan Wali Kota Tarakan. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada malam puncak Anugerah Cita Negeri yang digelar di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/11).

“Alhamdulillah, satu lagi pengakuan nasional kita dapatkan. Ini untuk seluruh jajaran dan masyarakat Bintan — hasil kerja super team yang luar biasa. Penghargaan ini menjadi semangat baru untuk terus melahirkan inovasi dan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Roby usai menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kabupaten Bintan dalam memperluas akses layanan kesehatan gratis secara berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Roby, Pemkab Bintan berhasil mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 98,68 persen pada 2025, meningkat dari 96,58 persen pada 2024. Melalui kebijakan ini, lebih dari 35.000 jiwa masyarakat Bintan kini ditanggung BPJS Kesehatan oleh pemerintah daerah.

Peningkatan ini juga diimbangi dengan keberlanjutan program berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga Bintan di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang telah bekerja sama. Tercatat sebanyak 51.394 pasien telah mendapatkan layanan kesehatan gratis di puskesmas sepanjang 2024, dan hingga September 2025 sudah 31.490 pasien yang dilayani. Sementara itu, total pasien yang mendapatkan pelayanan gratis di lima rumah sakit mitra — RSUD Bintan, RSUD RAT Tanjungpinang, RSJKO EHD Tanjung Uban, RS BP Batam, dan RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang — mencapai 2.054 pasien pada 2024, serta 883 pasien hingga September 2025.

Tak berhenti di situ, inovasi di bidang kesehatan terus digulirkan. Menyadari banyak pasien RSUD Bintan yang tidak memiliki kendaraan pribadi, Roby menggagas layanan antar pasien pasca rawat inap non-ambulans gratis. Program ini menjadi yang pertama di Provinsi Kepri, dan sejak diluncurkan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 500 pasien.

Semangat pelayanan yang merata juga diwujudkan melalui Rumah Singgah Rujukan Luar Daerah di Jakarta dan Singkawang, Kalimantan Barat. Program ini memberikan fasilitas gratis bagi masyarakat Bintan yang dirujuk untuk pengobatan lanjutan, khususnya warga dari wilayah terluar seperti Tambelan. Rumah singgah tersebut menyediakan tempat tinggal, makanan, petugas pendamping, sopir, hingga ambulans, sehingga pasien dan keluarga dapat fokus pada proses pengobatan tanpa terbebani biaya akomodasi.

Berbagai inovasi ini menjadi cerminan visi Bupati Roby dalam membangun daerah melalui pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Baginya, kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari peningkatan ekonomi, tetapi juga dari rasa aman dan nyaman dalam memperoleh layanan dasar. Karena itu, perhatian Roby tidak berhenti pada bidang kesehatan semata, melainkan juga menyentuh aspek jaminan sosial bagi para pekerja rentan.

Tahun ini, Pemkab Bintan menyalurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 2.769 pekerja rentan seperti petani, buruh, pedagang kaki lima, dan tukang ojek. Program serupa juga diberikan kepada 2.304 pekerja sosial keagamaan yang meliputi guru ngaji, imam masjid, mubaligh, dan penjaga makam, serta 1.375 nelayan di seluruh wilayah Bintan.

“Seluruh program ini lahir dari kondisi lapangan dan kebutuhan nyata masyarakat. Bintan berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, humanis, dan gratis bagi seluruh warganya. Muaranya satu, yakni mewujudkan Bintan Sehat untuk Semua,” tutup Roby.

Comment