by

Paripurna KUA-PPAS ABPD-P 2018, Raja Ariza Sebut Pendapatan Tanjungpinang Naik 7,35 Persen

Penulis : -Advertorial-41 views

Tanjungpinang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD tahun 2018, di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang, Selasa (4/9/2018).

PJ Wali Kota, Raja Ariza membacakan pidato pengantar KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2018
Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza dalam pidatonya mengatakan, untuk KUA-PPAS APBD Perubahan tahun 2018, pendapatan daerah mengalami kenaikan sebesar Rp64,86 miliar atau 7,35 persen dari Rp817,22 miliar menjadi Rp882,08 miliar.

Para anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang hadir
Pendapatan daerah itu, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan sebesar Rp6,83 miliar atau 4,47 persen dari Rp146,23 miliar menjadi Rp153,06 miliar. Kemudian, dana perimbangan juga mengalami kenaikan sebesar Rp47,38 miliar atau 7,19 persen dari Rp611,60 miliar menjadi Rp658,98 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp10,64 miliar atau 15,20 persen dari Rp59,38 miliar menjadi Rp70,03 miliar.

Dengan demikian, belanja daerah pun mengalami kenaikan target sebesar Rp72,53 miliar atau Rp8,01 miliar dari Rp833,27 miliar menjadi Rp905,80 miliar untuk komposisi perubahan tahun 2018 ini ditetapkan belanja langsung sebesar Rp484,49 miliar atau 53,49 persen dan belanja tidak langsung sebesar Rp421,31 miliar atau 46,51 persen.

Suasana Paripurna
Untuk pembiayaan daerah mengalami kenaikan sebesar Rp9,66 miliar dari Rp16,05 miliar menjadi Rp25,71 miliar, di mana di dalamnya ada pengeluaran pembiayaan daerah melalui penyertaan modal (investasi) Pemerintah Daerah sebesar Rp2 miliar.

Setelah mendengarkan penyampaian KUA-PPAS, Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, setelah ini masih akan dialkukan pembahasan. DPRD juga akan melakukan penilaian asumsi perubahan APBD yang disampaikan Pj Wali Kota sesuai dengan jumlah pendapatan.

“Kita bahas dulu, kita nilai dulu asumsinya,” ujar Ade Angga.

Comment

Berita Lainnya