banner 728x250

Masyarakat Menyapa : Pakabar Kajari, Semoga Perkara di Bengkalis Tidak Menjatuhkan Wibawa Institusi Adhyaksa

  • Share

BENGKALIS, SuaraKepri.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menjadi lebih terekspos dengan munculnya info publik di berbagai media online dan cetak, yang menyajikan berita-berita seputaran penanganan kasus hukum yang berlangsung di kejari Bengkalis akhir-akhir ini.

Seperti beberapa kasus yang cukup mencuat kepermukaan, diantaranya, kasus dugaan korupsi dana hibah KONI, proyek Duri Islamic Center (DIC) dan dugaan penyimpangan Dana Desa (DD).

banner 336x280

“Suka dan duka menyelimuti Kabupaten yang berada di pesisir Provinsi Riau itu, sekaligus mengantarkan nama daerah tersebut semakin terdepan. Bukan tidak suka sebutnya, tapi geram karena tidak ada sudahnya,” ungkap seorang unsur masyarakat kota Bengkalis Iskandar Hasan kepada Pewarta SuaraKepri.com, kamis (27/5/2021), yang aktif membaca berbagai perkembangan informasi dan bisa dibilang agak sensitif jika berbincang terkait permasalahan hukum.

Yang heran lagi, lanjut Iskandar, mestinya efek jera itu ada, apalagi beberapa orang kepala daerah di negeri tua ini kan sudah nampak secara jelas tersandung dengan kasus hukum. Apakah masih kurang untuk bisa dijadikan contoh.

“Dan lagi, perbuatan korupsi itu hal yang tidak terpuji, jadi semua pihak harus bisa memandang itu sebagai pebuatan yang tidak boleh di tolerir,” katanya.

Seperti yang lagi heboh sekarang, ada beberapa kasus yang sedang ditangani pihak Kejari Bengkalis, macam kasus proyek Duri islamic center (DIC) lalu dugaan korupsi dana hibah KONI dan dana desa (DD).

“Pada umumnya, masyarakat sudah jelas sangat mendukung kasus-kasus ini terselesaikan hingga tuntas dan pelakunya pun wajib sampai terhukum, sudah jelas semuanya akan mendukung itu,” sebutnya seraya mengingatkan pihak Kejari.

Justru, diteruskannya, yang tidak didukung masyarakat itu apabila pihak hukum dalam hal ini kejaksaan bermain-main dengan perkara yang sedang ditangani, mana mungkin dapat dukungan yang ada sebaliknya berbagai kutukan dan celaan publik akan muncul.

“Tapi uang rakyat atau uang negara ya tidak ada tawar menawar, harapan masyarakat cuma hukumanlah resiko yang pantas diberikan bagi pelakunya dan itu harus, biar sadar diri,” tegasnya sambil

Tambahnya lagi, contoh yang paling heboh dari yang ada, dugaan korupsi dana hibah KONI cukup heboh. Apalagi sebelumnya Ibu Kajari Bengkalis sudah pernah mengeluarkan pernyataan ke publik, bahwa sudah ada ditemukannya kerugian Negara.

Maka disini kita berharap, Kajari beserta pihaknya lebih bisa bertanggung jawab lagi atas pèrnyataannya. Segera buktikan secepatnya bahwa informasi itu benar dan bukan sebatas pencitraan.

Kesimpulannya, kata Iskandar, hukum harus tetap ditegakkan, yang salah wajib di hukum dan yang benar tetap dibenarkan. Semoga Kajari Bengkalis memiliki semangat yang kuat bahwa korupsi tidak boleh dibiarkan.

“Memang kita tidak pungkiri proses yang berjalan sekarang bagian dari keseriusan. Tapi, harapan kita tingkatkan lagi kosentrasi penanganannya agar secepatnya menetapkan tersangka pelaku dari kejahatan moral ini dan disini juga wibawa institusi adhyaksa,” pungkasnya.

  • Share