banner 728x250

Perempuan UMKM Ini Ikut Partisipasi Promosi Tanjak Khas Melayu di Even Pariwisata Rupat

  • Share

RUPAT UTARA, SuaraKepri.com – Kabupaten Bengkalis tepatnya di pantai Tanjung Lapin Kecamatan Rupat Utara, akan di gelar even festival Rupat (Culture Paradise) budaya pariwisata pesisir dan 10 K pada 23 – 25 Oktober 2021, yang akan di padukan olahraga pendukung pariwisata yang dikenal dengan istilah Sport Tourism.

Acara ini adalah sebagai menarik wisatawan lokal maupun wisatawan dari manca negara, seperti mempromosikan budaya lokal seperti tari Zapin Api, Orkestra, Gazal, permainan Jung dan Gasing.

banner 336x280

Pantauan media ini, tidak hanya even festival Rupat yang akan di gelar. Tetapi, ada juga dari masyarakat setempat dan masyarakat dari luar yang datang untuk mempromosikan produk-produk makanan, minuman dan berbagai tanjak khas melayu sebagai simbol dalam meningkatkan potensi pariwisata berbasis budaya.

Desi, seorang perempuan yang tak mengenang lelah yang bergerak di bidang (sektor) pengrajin tanjak melayu dan kain tenun mengatakan, ia
merasa terpanggil untuk mempromosikan tanjak sebagai ikon pariwisata khas melayu di Riau. Di mana, berusaha ikut mempopulerkan budaya melayu.

“Karena setiap tanjak ada namanya, material benang yang khas dan kisahnya. Saya mau ketika memakai tanjak buatan saya sendiri ini, bisa menceritakan kisahnya juga,” kata Desi saat di wawancara wartawan, di Stan Pameran di pantai Tanjung Lapin Rupat, Sabtu (23/10/2021).

Lanjutnya, kata Desi meneruskan, di even pariwisata Rupat ini ada bermacam desain dan corak bentuk dan nama tanjak, yaitu ada namanya tanjak Panglima, tanjak mahkota alam, tanjak dendam tak sudah, tanjak elang menyongsong angin, tanjak tebing runtuh dan masih banyak lainnya.

Tanjak adalah tradisi budaya melayu berupa balutan kain tenun sebagai penutup kepala para lelaki. Selain itu, ada juga kerajinan koran dan kerajinan tangan dari konektor serta mainan kunci.

“Alhamdulilah, dari awal sampai saat ini tanjak yang sudah terjual hampir 2000 ribu. Tak hanya di Bengkalis, tanjak buatan tangan saya ini sudah terjual sampai ke luar negeri yaitu, Malaysia,” ujar Desi seorang perempuan pengrajin tanjak dan kain tenun.

Disisi lain, Desi mengutarakan, tanjak ini sudah sampai juga ke Jakarta dan pernah mendapatkan juara di even perlombaan Grand Nusa di Jakarta. Setelah itu, pernah juga menjuarai dua kali berturut turut mendapat juara 1 pada perlombaan di Batam (Kepri).

Perempuan kelahiran Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis ini menjelaskan, setelah usai even pariwisata pesisir Rupat ini, ia akan mengikuti study banding dan meneruskan perjalanan menuju ke Sumatra Barat (Sumbar).

“Disenggol terkait bantuan Pemerintah, Desi menyebutkan, produk-produk saya sering di bawa oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk di promosikan dan itu sangat membantu saya,” akhirinya.

  • Share