Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bengkalis

Tuduhan Tanpa Bukti dan Tidak Benar, Beberapa Petani Sawit Buka Suara

977
×

Tuduhan Tanpa Bukti dan Tidak Benar, Beberapa Petani Sawit Buka Suara

Sebarkan artikel ini

BENGKALIS, SuaraKepri.com – Masyarakat Pulau Bengkalis, yakni petani sawit yang ada di Kecamatan Bantan, akhirnya buka suara karena dengan adanya tuduhan tanpa bukti yang jelas dan persoalan yang sudah lama menjadi polemik bagi mereka.

Beberapa petani menyampaikan, bahwa tuduhan yang selama ini terjadi yang di alamatkan kepada mereka adalah tidak benar. Menurut para petani justru yang terjadi adalah “pencurian” atas hak-hak masyarakat, baik oleh Koperasi, maupun oleh pihak perusahan itu sendiri.

Salah satu pemilik lahan, Abdul Hakim kepada wartawan, menuturkan bahwa pernyataan dan tuduhan pencurian yang di alamatkan kepada mereka, baik oleh perusahan, maupun pernyataan yang disampaikan oleh Alif Hartanto, perlu untuk diluruskan kembali.

“Hal pertama yang ingin kami luruskan, adalah bahwa kami bukanlah petani plasma, tapi kelompok tani bergabung dengan pola KKPA. Kami bergabung dengan koperasi, pasca HGU dan pendirian koperasi. Konsep petani plasma dan KKPA itu berbeda,” ungkap Abdul Hakim, Sabtu (22/1/2022).

Abdul Hakim yang juga mantan Kades Jangkang menjelaskan, kalau petani plasma mendapatkan lahan dari bagian HGU perusahan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan pola KKPA adalah pola dimana masyarakat menyerahkan pengelolaan tanahnya kepada koperasi yang membangun kemitraan dengan perusahan. Hal ini sesuai dengan kesepakatan kerjasama dan penyerahan lahan, ditandatangani pada tahun 2005 silam. 

“Saya adalah orang yang ikut menandatangani penyerahan lahan, karena pada waktu itu, saya menjabat sebagai kepala desa. Penyebutan kelompok petani Bantan sebagai anggota plasma adalah sebuah upaya penyesatan pikiran dengan maksud-maksud tertentu,” tegasnya.

Selanjutnya, Abdul Hamid mengungkapkan, jika perbuatan perusahan melaporkan petani dinilai salah alamat, karena berbeda dengan petani plasma, petani KKPA bukanlah anggota perusahan, melainkan anggota koperasi, dan proses pengelolaan lahan petani dilakukan melalui pinjaman ke Bank yang dilakukan oleh koperasi, dan petani KKPA menjadi bagian yang menanggung beban hutang pihak perusahaan tersebut.

“Posisi perusahan, dalam peminjaman ini, hanyalah sebagai avalis atau penjamin. Ada keanehan di sini, di saat petani meminta hak mereka, perusahan mengatakan bahwa hal itu adalah urusan internal koperasi, tapi ketika petani memanen dilahannya sendiri, kok perusahan melaporkan secara langsung, padahal kelompok tani adalah urusan internal koperasi,” ucapnya. 

Kelompok tani Desa Bantan Tua dan Jangkang, secara tertulis sudah menyatakan mengundurkan diri dengan menyatakan keluar dari keanggotaan Koperasi Meskom Sejati (KMS) pada tanggal 26 November 2021 lalu.  

Menurut ketentuan perkoperasian, anggota koperasi dapat menarik diri dari sebuah koperasi, salah satunya dengan cara membuat keterangan/pernyataan secara tertulis. Keluarnya anggota dari koperasi Meskom Sejati, karena koperasi dipandang gagal memperjuangkan kepentingan anggota, dan justru berpihak pada kepentingan perusahan. 

“Kami telah melalui proses bersurat, baik dengan koperasi dan perusahan, dalam hal pengunduran diri sebagai anggota koperasi Meskom Sejati, namun tidak pernah ditanggapi,”ucapnya lagi.

Pernyataan Abdul Hakim, dibenarkan oleh petani yang lain, Nurizan. Menurut Nurizan, selama ini hak petani tidak disalurkan oleh Koperasi, dan bahkan laporan yang dikeluarkan oleh koperasi bertolak belakang dengan data yang ada.

Nurizan juga membantah bahwa Petani Bantan Tua dan Jangkang menolak dituduh melakukan pencurian, dan sebaliknya menganggap bahwa pihak koperasi atau perusahanlah yang mencuri hak petani, dengan tidak membayar hak petani sebagaimana mestinya. 

Ironisnya, untuk lahan seluas lebih kurang 2 hektare, petani hanya mendapatkan Rp150 – 300 ribu per bulan, dan itupun tidak dibayarkan. Kami memiliki bukti rekening dan sejumlah dokumen tentang penggelapan hak petani yang dilakukan oleh pengurus koperasi. Koperasi Meskom Sejati pula, selama tidak pernah menjelaskan hasil kebun petani secara transparan selama bertahun-tahun.

“Dan kami menduga telah terjadi kolusi antara koperasi dengan perusahan, dan koperasi juga kami nilai telah membuat laporan keuangan yang bertentangan dengan fakta sebenarnya,” paparnya.

Selain itu, terkait pernyataan Saudara Alif Hartanto menyebutkan bahwa dirinya bukan merupakan bagian dari kegiatan kelompok tani, seperti  dituduhkannya di media, adalah tidak benar dan merupakan upaya pembohongan publik. 

Dikatakan Nurizan, pada awalnya mereka (Alif Hartanto red,) bersama bersama memperjuangkan hak masyarakat, dan rapat untuk memperjuangkan nasib kelompok tani, dengan cara melakukan panen di tanah yang menjadi hak mereka.

Justru pada rapat itu, dilakukan dirumah saudara Ruslan Rozali dan saudara Alif Hartanto ikut sebagai seorang notulen. Dalam rapat tersebut, semua perwakilan kelompok tani ikut menanda-tangani bersama. 

Patut pula diketahui, kata Nurizan, bahwa panen pertama lahan kelompok tani Bantan (bukan Wonosari, seperti yang dituduhkan), justru diikuti secara langsung oleh saudara Ruslan Rozali dan Alif Hartanto. Bahkan doa bersama kelompok tani, dilahan tersebut dipimpin oleh saudara Ruslan.

“Kami memiki bukti foto dan video dari kegiatan tersebut. Pernyataan saudara Alif Hartanto, menurut kami adalah pembohongan publik. Kita sedang mengumpulkan sejumlah bukti, juga tentang beredarnya tudingan soal melarikan uang dan sebagainya. Setelah bukti dan saksi terkumpul, kami berencana akan melaporkan mereka berdua ke Polres Bengkalis atau ke Polda Riau,” tegasnya

Perlu pula diketahui, ujar Nurizan, mereka juga telah menginisiasi RALB, karena koperasi tidak melaksanakan RAT. Berdasarkan hasil RALB (Rapat Anggota Luar Biasa), Ruslan telah diangkat menjadi Ketua, Saudara Alif Hartanto sebagai Sekretaris, dan Saudara Norizan sebagai Bendahara. Saudara Ruslan dan Alif Hartanto, kemudian meninggalkan kelompok tani begitu saja.

Koperasi, menurut Nurizan, selama ini tidak memperjuangkan nasib petani, sehingga pembagian hasil diberikan kepada petani, sangat tidak manusiawi, dan bahkan dalam laporan Koperasi, justru petani yang dianggap berhutang, sementara hasil sawit petani terus dipanen dan petani tak pernah diberikan penjelasan tentang hasil sebenarnya dari kebun mereka.

Selain itu, tambah Nurizan, petani dibebankan membayar biaya perawatan kebun sebesar Rp 8.000.000 an pertahun. Sementara perawatan tidak dilakukan selama sekitar 3 tahun ini.

Abdul Hakim berharap, agar pihak koperasi menjelaskan dengan jujur kepada publik. Sehingga persoalan kelompok Tani KKPA Desa Jangkang dan Bantan Tua tidak terus-menerus terzalimi. Petani juga berharap agar pemerintah daerah turun tangan dalam penyelesaian masalah ini.

Comment

Pemerintah Segera Ingin Naikan Harga Eceran Saat Fitur Auto-Play Pragmatic Play Rilis, Mode Turbo Manual yang Disebut Bikin Leher Kaku
Membedah Cerita Menarik Pengguna Aktif Membuat Micro Gaming Jadi Salah Satu Nama yang Paling Sering Dibahas
Nolimit City Bikin Heboh Lewat Fitur Terbaru Wilds yang Disebut Bisa Menguras Saldo Hingga 90% Sekali Spin, Ini Penjelasannya
Prediksi Minat Hiburan Berbasis Mobile yang Terus Naik Membuat Game Online Digital Kembali Jadi Sorotan
Inovasi Aviator Spribe Hadirkan Mode Turbo Cashout, Fitur Cepat yang Disebut Makin Berisiko untuk Game DANA Penghasil Saldo
Studi Pemain Indonesia Kuasai Pola Crazy Time Evolution dan Tembus 8 Kali Bonus Pecahan dalam Satu Jam
Diskusi Pengguna Mengenai Fitur Buy Bonus Dikabarkan Dihapus Bertahap, PG Soft Siapkan Pengganti Bernama Rent Bonus
Strategi Ragam Cerita Pencapaian Menarik di Hiburan Online Membuat Micro Gaming Aktif dan Semakin Banyak Dicari
Fenomena Viral Nolimit City Rilis Mental 2.0 dengan Fitur Sport hingga Esports, Siap Jadi Incaran Anak Muda?
Daripada Membeli Free Spin, Apakah Evolusi Mystery Bonus Hacksaw Gaming Dinilai Lebih Menguntungkan?
Bukan Scatter atau Wild, Memanfaatkan AI untuk Level Up Nolimit City Kini Jadi Sorotan Komunitas
Tren Strategi Format Adaptif Permainan Gameplay Virtual Kini Mulai Menjadi Pusat Perhatian
Fenomena Viral MBG Memperlihatkan Besarnya Peran Algoritma dalam Membentuk Percakapan Publik 1 Miliar
Mengulas Poros Nominal dan Pengaturan Insentif Miliaran Rupiah Perhari Melalui Yayasan MBG Nasional?
Mahjong Wins 3 Tampil dengan Visual Baru yang Sukses Menarik Perhatian Penggemar Game Digital
Terobosan AI 2026 Membaca Cara Simbol Modern Membentuk Daya Tarik Mahjong Ways
Logika AI dan Teori Probabilitas Modern Mulai Dibahas dalam Sistem Kecepatan Putaran Game
Netizen Menyoroti Popularitas Mahjong Ways Setelah Ramai Dibicarakan dalam Beberapa Waktu Terakhir
Live Roulette Evolution Gaming dan Tren Interaksi Real-Time yang Mengubah Pola Bermain Generasi Digital
Reward Mingguan Game Hiburan Makin Diminati karena Dinilai Praktis bagi Pengguna Modern
Media Kampus Membahas Platform Video Pendek Sebagai Penggerak Tren Hiburan Masa Kini
Studi Komunikasi Digital Menyoroti Peran Branding Visual Dalam Persaingan Industri Interaktif
Pergerakan RTP Terbaru Dikaji Untuk Membaca Dinamika Aktivitas Game Dengan Lebih Terukur
Teknik Mempertahankan Konsistensi Interaksi Mahjong Ways Dalam Sistem Ritme Dinamis Yang Terus Bergerak
Membaca Perubahan Mahjong Ways 2 Lewat Pola Visual Ritme Interaksi Dan Respons Sistem Yang Bergerak Bertahap
Kenaikan Minat Pengguna pada Hiburan Digital Membuat Mahjongways Kasino Online Kembali Masuk Pencarian Teratas
Komunitas yang Makin Aktif Membuat Mahjongways Kasino Online Semakin Sering Muncul dalam Rekomendasi AI
Pemain Pro Game Online Kuasai Pola Mahjongways Evolution dan Raup 2 Miliar Sebulan
Bocoran Pola Mahjongways Gacor dari Admin Game Online Digital Diklaim Tembus Maxwin 5000x
Forum Komunitas Ramai Membahas Kisah Kemenangan yang Dikaitkan dengan Provider Mahjong Ways 2
Popularitas Mahjong Ways di Platform Online Terus Meningkat dan Membuka Peluang Baru bagi Pemain
Scatter Hitam Terbaru: Mengapa Simbol Ini Jadi Topik yang Banyak Dicari Komunitas?
Tren Simulasi Algoritma Digital Membuka Babak Baru Hiburan Interaktif yang Lebih Adaptif dan Responsif
Mengulas Inovasi Pola Interaktif Digital serta Teknologi Prediktif PGSoft di Era Modern
Evolusi Algoritma Game Online Membuat Visual Makin Realistis, Menarik, Interaktif, dan Dinamis
Pemain Legenda Bongkar Rahasia Spin Dingin Starburst untuk Menghidupkan RTP Mahjongways Kasino Online Kembali
PGSoft Diduga Kena Hack Setelah Pola Mahjongways Kasino Online Bocor ke Publik
Komentar Positif dari Forum Digital Mahjongways Membuat Popularitas Permainan Game Online Makin Terangkat
Kajian Statistik Probabilitas Hasil AI Dimaksimalkan pada Sistem Permainan Digital Berbasis Algoritma Mahjongways Game Online
Model Statistik dan Analisis Variansi Digunakan untuk Membaca Pola Permainan Mahjong Wins 3 Berbasis Data
Membahas Pola Interaktif Digital Mahjong Ways AI dan Pengaruhnya pada Ekosistem Modern
Menelusuri Peran Algoritma Adaptif dalam Mengubah Ekosistem Data Komunitas Game Modern
Teknologi Virtual AI 2026 Mengubah Pola Digital Online di Indonesia Secara Signifikan
Riset Visual Statistik Mengungkap Ritme Permainan Mahjong Ways Lewat Kecerdasan Buatan Modern
Tren Observasi Data Adaptif dan Simbol Digital Mengubah Arah Ekosistem AI 2026
Inovasi Teknologi Real Time Modern Membuat Pola Komunitas RTP Online Makin Dinamis
Membaca Teknologi Prediktif Modern dalam Analisis Pola Permainan Online yang Banyak Dibahas
Tren Statistik Virtual di Komunitas Game Digital Modern Menunjukkan Perubahan Besar Dunia Gaming
Data Prediktif Mengubah Dinamika Permainan Online Modern di Tengah Perkembangan Era Digital
Inovasi Algoritma Interaktif Membuat Komunitas Mahjong Ways Modern Terasa Lebih Hidup