Kepulauan Riau, surakepri.com – Sebanyak 45 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tercatat dalam data lokasi program di Kepulauan Riau (Kepri). Lokasi tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Natuna dan Lingga.
Berdasarkan data tersebut, Natuna memiliki 12 lokasi, Lingga 11 lokasi, Bintan delapan lokasi, Kepulauan Anambas lima lokasi, serta Karimun dan Batam masing-masing empat lokasi. Sementara Tanjungpinang tercatat satu lokasi.
Di Kabupaten Bintan, delapan lokasi tersebar di Kecamatan Bintan Pesisir, Gunung Kijang, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong. Lokasi tersebut antara lain Air Gelubi, Mapur, Numbing, Malang Rapat, Teluk Bakau, Busung, Kuala Sempang dan Berakit.
Kabupaten Karimun memiliki empat lokasi, yakni Desa Semembang dan Telaga Tujuh di Kecamatan Durai, Teluk Uma di Kecamatan Tebing, serta Batu Limau di Kecamatan Ungar.
Selanjutnya, lima lokasi di Kabupaten Kepulauan Anambas berada di Desa Mampok, Kuala Maras, Putik, Air Bini dan Piasan.
Untuk Kabupaten Lingga, terdapat 11 lokasi, meliputi Tanjung Kelit, Benan, Mensanak, Posek, Mepar, Belungkur, Pancur, Sekanah, Penaah, Berlian dan Tajur Biru.
Sementara di Natuna, selain Desa Cemaga Utara yang tercatat sebagai KNMP 2025, terdapat 11 lokasi lainnya yang masuk daftar SK 1000. Lokasi itu antara lain Mekar Jaya, Sedanau, Sepempang, Tanjung, Kelarik, Tanjung Pala, Kelarik Barat, Sabang Mawang, Sededap, Selading dan Batu Belanak.
Adapun Kota Batam memiliki empat lokasi dalam daftar tersebut. Tiga di antaranya masuk status KNMP 2025, sedangkan satu lokasi lainnya, yakni Desa Temoyong, Kecamatan Bulang, masuk dalam kelompok SK 1000.
Kota Tanjungpinang menjadi daerah dengan jumlah lokasi paling sedikit, yakni satu lokasi di Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebelumnya menyatakan program KNMP sangat relevan bagi Kepri sebagai daerah kepulauan karena dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kepri dengan karakteristik masyarakat pesisir, diharapkan lebih banyak mendapat alokasi pembangunan KNMP,” kata Ansar.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya meninjau calon lokasi KNMP di Cemaga Utara, Natuna, serta Sembulang, Kasu dan Sekanak Raya di Batam. Ia menegaskan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bagi Kepri, pengembangan KNMP dinilai strategis karena sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan pesisir dan kepulauan. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi mampu memperkuat aktivitas ekonomi, produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan masyarakat.





Comment