Promo FBS
FBS Reliable Broker
Anambas

Kader Gerindra Anambas Tolak Rencana Ketua Projo Gabung ke Partai Gerindra

1563
×

Kader Gerindra Anambas Tolak Rencana Ketua Projo Gabung ke Partai Gerindra

Sebarkan artikel ini
Para Kader Partai Gerindra Anambas saat berkumpul bersama./Yudi

Anambas, SuaraKepri.com — Rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra menuai penolakan keras dari kader partai besutan Presiden Prabowo Subianto. Gelombang penolakan itu bahkan sampai ke daerah paling ujung utara NKRI, yakni Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tetti Hadiyati, SH, menegaskan bahwa seluruh kader di daerahnya sepakat menolak rencana bergabungnya Budi Arie, apabila hanya bermotif politik atau untuk kepentingan pribadi.

Sikap tegas itu diambil setelah DPC Gerindra Anambas menggelar rapat koordinasi bersama pengurus dan anggota DPRD di Kantor DPC Gerindra, Batu Tambun, Kecamatan Siantan, Jumat (7/11/2025).

“Pada prinsipnya, Partai Gerindra terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung. Namun kader Gerindra adalah orang-orang yang teruji, solid, dan selalu satu komando dengan Ketua Umum Prabowo Subianto dalam situasi apa pun,” ujar Tetti kepada wartawan.

Ia menegaskan, pihaknya menolak langkah Budi Arie jika hanya bersifat manuver politik.

“Kami para kader Gerindra adalah kader militan dan solid. Kami menolak bergabungnya Budi Arie kalau hanya untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Senada dengan Tetti, anggota DPRD Anambas dari Fraksi Gerindra, Linda, menilai bahwa menjadi bagian dari Gerindra tidak cukup hanya dengan latar belakang dukungan terhadap figur tertentu. Yang terpenting, kata dia, adalah loyalitas tanpa syarat kepada partai.

“Kalau niatnya masuk ke Gerindra karena ingin berada di lingkaran kekuasaan, saya kira itu perlu dievaluasi,” ujarnya.

Meski begitu, Linda tetap mengakui peran Budi Arie dan relawan Projo dalam perjuangan memenangkan pasangan Prabowo–Gibran pada Pemilu 2024.

“Sekecil apa pun kontribusinya, kami tidak akan melupakan bahwa Budi Arie pernah berjuang membantu kesuksesan Prabowo–Gibran,” katanya.

Sementara itu, Ketua OKK (Bappilu) Partai Gerindra Kepulauan Anambas, Muh. Nasrul Arsyad, SE, SH, M.Si, menegaskan bahwa Gerindra memiliki garis perjuangan yang jelas dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, siapa pun yang ingin bergabung harus memahami nilai perjuangan partai tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang masuk ke Gerindra bukan karena momentum politik, tetapi karena memiliki komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan partai,” tegas Nasrul.

Diketahui, wacana bergabungnya Budi Arie ke Gerindra muncul setelah ia menyampaikan hal itu saat membuka Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Dalam pidatonya, Budi Arie menyebut langkah tersebut sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kami berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan beliau semakin kuat dan solid,” kata Budi Arie di hadapan ribuan kader Projo.

Dengan munculnya gelombang penolakan dari berbagai daerah, termasuk dari Gerindra Kepulauan Anambas, langkah politik Budi Arie kini menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan soal arah baru hubungan antara Projo dan Partai Gerindra di bawah pemerintahan Prabowo–Gibran.

Comment