Promo FBS
FBS Reliable Broker
Anambas

Puskesmas Jemaja Barat Gelar Sosialisasi Gerakan Tutup Mulut, Cegah Stunting Sejak Dini

605
×

Puskesmas Jemaja Barat Gelar Sosialisasi Gerakan Tutup Mulut, Cegah Stunting Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi gerakan tutup mulut ( GTM ) cegah stunting sejak dini Puskesmas Jemaja Barat di aula desa Impol bersama staf Dinkes Anambas./Ist

Jemaja Barat, SuaraKepri.com — Dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya, Puskesmas Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan kegiatan Sosialisasi Gerakan Tutup Mulut (GTM) sebagai langkah pencegahan dini terhadap gangguan tumbuh kembang balita. Kamis, ( 9 Oktober 2025 ).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Jemaja Barat ini diikuti oleh kader Posyandu dari tiga desa, yakni Desa Impol, Desa Sungak, dan Desa Keramut. Sosialisasi turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Jemaja Barat Herry Istiqal, perwakilan Dinas Kesehatan Anambas, Plt Camat Jemaja Barat M Arias, serta unsur Babinsa, Babinpotmar, dan Bhabinkamtibmas.

Sebagai narasumber utama, hadir Roni Jeffri, S.Gz, tenaga gizi dari Puskesmas Jemaja Barat, yang memaparkan materi tentang peran orang tua dan tenaga ahli dalam menangani Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Dalam pemaparannya, Roni menjelaskan bahwa GTM adalah kondisi ketika anak menolak makan atau menutup mulut saat diberi makanan. Jika dibiarkan, GTM dapat menyebabkan kekurangan gizi dan berpotensi menimbulkan stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.

“Orang tua memiliki peran penting dalam mengatasi GTM. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan jangan memaksa anak. Pendekatan yang lembut dan konsisten akan membantu anak mau makan dengan baik,” jelas Roni Jeffri.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama antara orang tua dan tenaga kesehatan sangat penting. Dokter, bidan, dan ahli gizi memiliki peran dalam memberikan edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan pola makan yang tepat untuk balita.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jemaja Barat, Herry Istiqal, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Penanganan GTM perlu perhatian bersama agar balita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan terhindar dari stunting,” ujar Herry Istiqal.

Kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para kader Posyandu dan orang tua balita juga aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman dalam menangani anak yang mengalami GTM.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Jemaja Barat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan pola asuh positif agar tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal, serta upaya penurunan stunting di wilayah Jemaja Barat dapat terus ditingkatkan. (Yudi)

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat