Batam, suarakepri.com – Pesatnya pertumbuhan industri dan masuknya investasi di Kota Batam menuntut jaminan stabilitas keamanan yang kokoh. Tanpa situasi yang kondusif, kelancaran aktivitas ekonomi dan dunia usaha dapat terganggu.
Hal tersebut menjadi sorotan utama Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Suhendri saat berdialog langsung dengan warga di Masjid Nurul Ikhwan, kawasan Botania 2, Batam, Jumat (6/11/2026). Dalam pertemuan di sela-sela agenda Jumat Keliling tersebut, Suhendri menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendirian dalam membentengi Batam dari berbagai potensi gangguan keamanan.
“Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci. Persoalan di tingkat lingkungan hanya bisa diselesaikan secara efektif jika ada kerja sama yang erat antara warga dan aparat,” ujar Suhendri di hadapan para jemaah.
Selain menyoroti aspek ekonomi, Suhendri mengingatkan bahwa tantangan keamanan saat ini juga bergeser ke ruang digital. Ia meminta warga Batam lebih selektif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Menurutnya, penyebaran kabar bohong (hoaks) berpotensi memicu kesalahpahaman hingga merusak kohesi sosial.
Sebagai kota industri yang dihuni masyarakat heterogen, kerukunan antarumat beragama dan antarsuku di Batam dinilai menjadi modal vital. Keharmonisan di tingkat akar rumput disebut berbanding lurus dengan terciptanya ruang publik yang aman—sejalan dengan implementasi program Quick Wins Polri.
Kehadiran jajaran kepolisian yang turut dihadiri Irwasda Polda Kepri, Kapolresta Barelang, serta sejumlah pejabat utama ini mendapat respons positif dari warga setempat. Ridwan, salah seorang jemaah Masjid Nurul Ikhwan, menilai komunikasi tatap muka semacam ini membuat warga lebih leluasa menyerap informasi sekaligus menyampaikan situasi di lingkungannya.
“Komunikasi langsung seperti ini membuat jarak antara polisi dan warga mencair. Pesan-pesan soal menjaga lingkungan dan kerukunan jadi lebih mudah diterima,” kata Ridwan.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei menambahkan bahwa saluran komunikasi antara warga dan kepolisian tetap terbuka di luar pertemuan tatap muka. Warga yang membutuhkan bantuan darurat maupun ingin melaporkan potensi gangguan keamanan dapat mengakses Layanan Kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam tanpa dikenakan biaya pulsa. (White Rose)







Comment