Batam, SuaraKepri – Sejumlah pelayaran sore hari dari Pelabuhan Umum Telaga Punggur Batam tujuan Tanjungpinang dan sebaliknya terganggu akibat asap pekat menyelimuti perairan dua wilayah.
“Sejak Rabu (23/9) pelayaran sore terganggu. Sejumlah jadwal juga dibatalkan akibat jarak pandang sangat terbatas,” kata Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur Batam, Erwin Sjafrizal di Batam, Jumat.
Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir asap kiriman dari kebakaran di Sumatera semakin pekat. Sehingga jika dipaksakan akan membahayakan penumpang.
Terlebih pada Rabu (23/9) sebuah kapal penumpang dari Tanjungpinang tujuan Batam terdampak akibat nahkoda kehilangan arah setelah asap pekat menyelimuti perairan dua wilayah.
Kapal tersebut mengalami kerusakan pada alat pendorong. Sementara seluruh penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang dikirim dari Batam.
“Kami akan terus memantau kondisi dilaut. Jika asap semakin pekat dan membahayakan pelayaran, maka terpaksa harus dibatalkan demi kesekamatan penumpagnya,” kata Erwin.
Ia mengatakan, juga terus berkoordinasi dengan otoritas Tanjungpinang dan BMKG sehingga seluruh pelayaran benar-benar aman sehingga terhindar dari kecelakaan.
“Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait. Karena ini merupakan gangguan alam, jadi harus dimengerti juga oleh calon penumpang,” kata dia.
Erwin juga mengimbau calon penumpang dari Batam tujuan Tanjungpinang ataupun Tanjung Uban agar tidak mengambil jadual pelayaran pada sore hari mengingat kondisi tidak menentu.
Sebelumnya, akibat asap tebal juga mengganggu jadual penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam sejak lebih dari dua pekan.
Otoritas bandara menyatakan lebih dari 100 penerbangan tujuan Batam dan sebaliknya harus dibatalkan. Sejumlah maskapai juga sempat menghentikan sementara sejumlah penerbangan ke Jambi, Pekanbaru, Medan akibat bandara tujuan tidak dapat didarati.(Ant)
[sk]


Comment