Batam, SuaraKepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menghentikan sementara pembangunan Pelabuhan Sijantung di Pulau Abang Kota Batam, setelah Badan Pemeriksa Keuangan menemukan keganjilan dalam laporan pengerjaan pelabuhan itu pada tahun anggaran 2014.
“Itu menjadi temuan BPK, makanya tahun ini dihentikan dulu pengerjaannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Muramis di Batam, Selasa.
Ia mengatakan dalam temuan BPK disebutkan pengerjaan pelabuhan tahun anggaran 2014 baru 84 persen dari yang dijanjikan kontraktor. Sebanyak 16 persen pembangunan belum diselesaikan.
Pembangunan yang belum selesai antara lain pengerjaan dermaga.
Menurut Muramis, setelah dikaji, dermaga harus dibangun baru, bukan hanya merenovasi dermaga lama. Dan itu yang menghambat kerja kontraktor.
“Dermaga itu sudah tua sekali, harus dibangun yang baru,” kata dia.
arena kontraktor tidak dapat menuntaskan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditetapkan, maka Pemprov Kepri memasukan nama kontraktor itu dalam daftar hitam. Sayangnya Muramis tidak merinci nama-nama kontraktor yang dikategorikan hitam.
Sementara itu, Muramis memastikan pembangunan Pelabuhan Sijantung akan dilanjutkan dalam tahun anggaran 2016.
“Berapanya, masih dibahas,” ucap dia.
Pelabuhan Sijantung dibangun bersama Pemkot Batam dengan Pemprov Kepri untuk memotong alur pelayaran Batam-Lingga.
Pemkot Batam menangani pengerjaan di bagian laut, dan Pemprov Kepri di bagian darat.
Pada 2014, Pemkot Batam menyiapkan Rp7 miliar untuk semua pengerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, sedangkan Rp1,3 miliar disiapkan Pemprov Kepri.
Muramis mengatakan bila sudah beroperasi maka, pelayaran Batam-Lingga dapat lebih singkat hingga lima jam. Karena selama ini pelayaran Batam-Lingga harus melalui “transit” di Tanjungpinang.
Sementara untuk kapal yang melayani pelayaran di sana, Pemprov Kepri akan memberikan kesempatan pada pengusaha di Tanjungpinang, Lingga dan Batam.
“Kami akan undang operator di Batam, Lingga dan Tanjungpinang. Kami akan tawarkan siapa saja yang mau masuk. Sampai sekarang belum lagi,” ujarnya. (Ant)
[sk]







Comment