Bintan, suarakepri.com – masih menjadi tanda tanya, lahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mendapat perhatian dari sejumlah warga beserta seorang Aktivis Sosial dan Lingkungan Bintan, Selasa (10/08).
Diketahui sebelumnya, Aktivitas pekerjaan pembangunan rumah toko enam unit tiga lantai di Kampung Barek Motor, tepatnya di lingkungan RT 004/RW 008, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau telah terlaksana sejak tahun lalu.
Dimana pada tahun 2020 saat pembangunan berlangsung, terlihat plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Pemkab Bintan), Dengan nomor IMB 33/PI-PU/199/DPMPTSP/2019, Tanggal IMB 11 Juli 2019, Pemilik bangunan ” Hitam “, Luas bangunan 1,228.00 M, Luas Tanah/Kavling 518.00 M, Ruang terbuka hijau 51.80 M.
Dinilai adanya ketidak jelasan terhadap status aset daerah, salah seorang Aktivis Sosial dan Lingkungan Bintan, Lelo Polisa Lubis, Sc alias Lelo mendatangi Kantor Kecamatan Bintan Timur dalam rangka tahap awal menelusuri sejumlah aset Pemkab Bintan berupa hamparan lahan untuk mengetahui kejelasan dari patokan batas tanah milik pemkab.
Lelo menjelaskan, bahwasanya pembangunan ruko tiga lantai pas dipinggir laut tersebut diketahui sudah memiliki IMB yang diurus langsung oleh eks Camat.
Selain pembangunan ruko, Ada juga Poskamling Kampung setempat dan Pos Korpolairud markas unit Kijang yang sudah lama berada disana, Jarak sekian meter plang Kokoh bertuliskan tanah dan bangunan ini milik Pemkab Bintan kode barang 01.01.11.01.02.
Namun, Tampak dari sisi kanan selanjutnya. Masih ada plang Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) bertengger menyamping ke kiri tidak tegak, Hal inilah yang menjadi dasar Lelo menemui Seksi Tata Pemerintahan, Angrad Vitrisky, S.IP guna mengkonfirmasi kedudukan status tanah dimaksud.
” Selain konteks bicara lahan aset Pemkab, Terkait bangunan ruko disitu peruntukan serta tata ruangnya seperti apa. Surat tanahnya benar enggak hak milik sertifikat pribadi atau masuk di tanah Pemda,” Ujar Lelo.
Lelo juga menyebutkan bahwasanya pihaknya sampai saat ini masih menunggu konfirmasi dari pihak Badan Keuangan dan ASet Daerah (BKAD) Bintan.
“Kami sudah menemui pihak BKAD, berdasarkan hasil koordinasi dengan BKAD, mereka bersedia membantu dan memberikan informasi terkait kejelasan aset Pemkab Bintan tersebut, namun pihak BKAD masih menunggu para pegawainya kembali masuk kerja semua, karena pada saat ini para pegawai BKAD masih dalam isolasi mandiri,” ungkap Lelo.







Comment