banner 728x250

Dugaan Pembakaran Lahan Hutan Lindung, Pelaku Gugup Saat Dikonfirmasi

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Salah satu tim media Suara Kepri, tanpa sengaja melihat bekas pembakaran lahan hutan lindung yang berlokasi di dekat Gunung Lengkuas, Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Ia menceritakan, awalnya hanya berniat bertamasya dan ingin menikmati keindahan alam di lokasi sekitar kejadian, pada hari Selasa, 28 September 2021.

banner 336x280

Namun, tanpa diduga, tidak jauh dari lokasi terlihat adanya bekas pembakaran lahan didalam hutan lindung.

Melihat hal itu, tim Suara Kepri melakukan penyusuran dan mencari informasi. Dari hasil penelusuran, tim kami menemukan adanya dugaan pembakaran lahan hutan lindung yang dilakukan oleh salah seorang oknum.

Hal ini berdasarkan informasi dari beberapa warga sekitar, yang menyebutkan pembakaran lahan dilakukan oleh salah seorang warga bernama Minhat yang disuruh oleh Jansen Siregar.

Untuk menguatkan pernyataan dari warga tersebut, tim Suara Kepri menggali lebih dalam, sehingga ada salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya memperlihatkan surat pernyataan yang dibuat oleh Minhat.

Menurut informasi warga, Surat pernyataan dibuat olen Minhat, dihadapan Polisi Kehutanan dan Penegak Hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada hari Sabtu, 04 September 2021, pukul 15.30 Wib.

Dalam surat pernyataannya menyebutkan, ia mengakui telah melakukan pembakaran lahan hutan lindung dengan luas lebih kurang empat hektar. Adapun yang menyuruh melakukan pembakaran lahan hutan lindung dan penanaman ulang tumbuhan jenis kelapa, atas suruhan dari Jansen Siregar.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim Suara Kepri langsung menghubungi Jansen Siregar untuk memintai keterangan pada hari Rabu, 29 September 2021 terkait dugaan pembakaran lahan yang dilakukan dekat Gunung Lengkuas, melalui via telepon.

Namun pada saat dihubungi, Jansen Siregar menolak untuk memberikan keterangan melalui via telepon, dan meminta untuk bertemu langsung dengannya.

“Jangan lewat telepon kalau mau mintai keterangan, jumpa langsung saja kenapa,” ujar Jansen Siregar.

Menanggapi permintaan Jansen Siregar, tim Suara Kepri mempertanyakan langsung lokasinya untuk bertemu dengannya. Namun Jansen Siregar menolak memberitahukan keberadaanya dan langsung mempertanyakan terkait maksud dan tujuan untuk menemui dirinya.

“Nanti aja pak, mau minta keterangan seperti apa, bukan saya yang melakukannya, saya hanya untuk berusaha saja disitu, coba diklarifikasikan pak, saya mau berusaha dan menanam disitu, cobalah bapak menjabarkannya seperti apa, kalau bapak bawa ke negatif, negatif jadinya pak, kalau bapak bawa positif, positif jadinya,” ungkap Jansen Siregar.

Setelah itu, tim Suara Kepri mempertanyakan apakah yang melakukan pembakaran bapak sendiri atau menyuruh orang lain. Ia menjawab “kita tidak usah melalui telepon, jumpa aja kenapa pak,”. Padahal sudah berulang kali tim Suara Kepri mempertanyakan lokasi dirinya untuk segera ditemui, Jansen Siregar selalu menolak dan mengatakan dirinya sedang ingin ke Jakarta. Baru dapat ditemui setelah pulang dari Jakarta.

“Besok saya mau ke Jakarta, Tunggu saya pulang dari Jakarta. Saya tidak dapat memastikan kapan urusan saya dapat diselesaikan di Jakarta,” pungkasnya.

Pada saat ditanyakan tujuannya ke Jakarta, Ia menjawab untuk mengurus terkait permasalahannya saat ini, sehingga belum dapat memastikan kapan pemeriksaan di Jakarta Selesai.

Hingga saat ini, tim Suara Kepri berusaha berulang kali mencoba menghubungi via telepon maupun via WhatsApp, mulai dari tanggal 29 September 2021 sampai tanggal 02 Oktober 2021. Janson Siregar terkesan menghindar dan tidak pernah mengangkat maupun membalas pesan yang dikirimkan.

  • Share