Bintan, suarakepri.com – Satu unit motor dinas berjenis Yamaha Lexi milik Puskesmas Toapaya ditemukan dalam kondisi terparkir cukup lama di depan Kantor Pos BT9 pada Selasa (03/06), tanpa adanya aktivitas pelayanan kesehatan yang berlangsung di lokasi tersebut. Motor dinas tersebut merupakan bagian dari bantuan kendaraan operasional yang diserahkan oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, kepada sembilan Puskesmas di wilayah Kabupaten Bintan pada 11 September 2024 lalu.

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, kendaraan dinas tersebut sudah berada di lokasi sejak pukul 08.10 WIB, dan terparkir cukup lama. Saat itu, tidak terlihat satu pun petugas atau pemilik kendaraan berada di sekitar area parkir.
Salah seorang pekerja Puskesmas Toapaya yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pada hari itu, motor tidak digunakan untuk keperluan pelayanan. “Setahu saya, Selasa (03/06) kemarin motor tidak dipakai untuk kepentingan puskesmas,” ujarnya.
Menanggapi temuan ini, Kepala Puskesmas Toapaya, Burhanuddin, memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa motor tersebut memang ia gunakan dan parkirkan di depan kantor pos. “Saya memang menaruh motor di sana untuk membeli materai yang dibutuhkan untuk kelengkapan SPJ administrasi Puskesmas,” katanya saat diwawancarai, Rabu (04/06). Ia juga menyebut setelah itu melanjutkan perjalanan ke pihak ketiga dalam rangka pengurusan kebutuhan pengadaan puskesmas.
Namun saat ditanya kembali apakah kendaraan tersebut terparkir lama, Burhanuddin sempat menyatakan hanya sebentar, sebelum kemudian mengklarifikasi kembali bahwa motor tersebut memang terparkir dalam waktu yang cukup lama.
Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pemerhati kebijakan publik, mengingat motor dinas tersebut seharusnya digunakan secara maksimal dan tepat guna dalam melayani masyarakat, bukan untuk keperluan yang tidak bersifat darurat di luar fasilitas pelayanan kesehatan.
Motor dinas Yamaha Lexi ini sebelumnya dibagikan oleh Pemkab Bintan sebagai bentuk dukungan pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Kendaraan tersebut juga telah dilengkapi box medis dan lampu rotator guna mendukung fungsinya sebagai penunjang pelayanan kesehatan lapangan.
Tanggung jawab pengawasan dan penggunaan kendaraan dinas berada di bawah Kepala Puskesmas masing-masing. Oleh sebab itu, penggunaan kendaraan ini menjadi sorotan ketika tidak sesuai dengan tujuan awal pengadaan.
Redaksi tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, namun mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan untuk mengevaluasi penggunaan kendaraan dinas yang dibeli dengan anggaran negara. Kejelasan dalam pengelolaan aset milik negara penting demi menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Comment